Ultrasonic Diffuser Kian Populer, Ini Sejumlah Manfaat yang Perlu Diketahui

  • 08 Jun 2026 09:03 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Tren menciptakan suasana rumah yang nyaman atau home sanctuary semakin berkembang di kalangan masyarakat urban. Salah satu perangkat yang banyak digunakan untuk mendukung kenyamanan hunian adalah ultrasonic diffuser, alat yang menghasilkan uap halus sekaligus membantu menyebarkan aroma terapi ke dalam ruangan.

Selain digunakan sebagai pengharum ruangan, diffuser juga dinilai memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah. Health Educator, dr. Yovita Alviana, menjelaskan bahwa penggunaan diffuser yang dipadukan dengan minyak esensial tertentu dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat dan relaksasi.

Menurutnya, aroma seperti lavender, chamomile, dan cedarwood dapat memberikan efek menenangkan yang membantu tubuh lebih rileks setelah beraktivitas serta mendukung kualitas tidur yang lebih baik.

Diffuser juga dapat membantu menjaga kelembapan udara, terutama pada ruangan berpendingin udara (AC). Uap halus yang dihasilkan berfungsi menambah kelembapan sehingga dapat mengurangi keluhan kulit, bibir, atau tenggorokan yang terasa kering.

Selain itu, aroma terapi dari minyak esensial tertentu, seperti bergamot, lemon, dan sweet orange, kerap dimanfaatkan untuk membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan mendukung perbaikan suasana hati setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

Dari sisi keamanan, diffuser dinilai lebih praktis karena tidak menggunakan api seperti lilin aromaterapi. Sebagian besar produk juga dilengkapi fitur mati otomatis ketika air di dalam tangki habis.

Saat musim pancaroba, beberapa jenis minyak esensial seperti eucalyptus, peppermint, dan tea tree juga sering digunakan untuk membantu memberikan sensasi lega pada saluran pernapasan ketika mengalami hidung tersumbat akibat flu.

Agar tetap berfungsi optimal, pengguna disarankan membersihkan tangki diffuser secara berkala, setidaknya seminggu sekali. Pembersihan dapat dilakukan menggunakan air bersih dan sedikit cuka putih untuk menghilangkan sisa minyak yang menempel.

Meski demikian, penggunaan minyak esensial sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing pengguna. Pada kelompok tertentu, seperti bayi, ibu hamil, atau individu dengan riwayat alergi dan gangguan pernapasan, penggunaan aroma terapi dianjurkan dilakukan secara hati-hati dan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....