Cara agar Anjing Tidak Terkena Heatwave saat Musim Panas
- 03 Jun 2026 12:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gelombang panas atau heatwave tidak hanya berbahaya bagi manusia, tetapi juga dapat mengancam kesehatan hewan peliharaan, terutama anjing. Berbeda dengan manusia yang dapat berkeringat untuk menurunkan suhu tubuh, anjing hanya mengandalkan napas terengah-engah (panting) dan sedikit kelenjar keringat di telapak kaki untuk mendinginkan tubuhnya.
Karena itu, anjing lebih rentan mengalami heatstroke atau serangan panas ketika suhu lingkungan terlalu tinggi. Dilansir dari American Kennel Club (AKC), beberapa jenis anjing memiliki risiko lebih tinggi terkena heatstroke, terutama ras berhidung pesek seperti Pug, Bulldog, dan French Bulldog.
Selain itu, anjing senior, anak anjing, anjing berbulu tebal, serta anjing yang mengalami obesitas juga lebih mudah mengalami gangguan akibat suhu ekstrem. Salah satu langkah terpenting untuk melindungi anjing saat musim panas adalah memastikan mereka selalu memiliki akses ke air minum yang bersih dan dingin.
Dilansir dari RSPCA UK, dehidrasi dapat terjadi dengan cepat saat cuaca panas. Pemilik disarankan menyediakan beberapa wadah air di lokasi berbeda, terutama jika anjing banyak beraktivitas di luar rumah.
Waktu berjalan-jalan juga perlu diperhatikan. Dilansir dari Blue Cross UK, aktivitas fisik sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau menjelang malam ketika suhu lebih rendah. Aspal dan trotoar yang terkena sinar matahari dapat menjadi sangat panas dan berisiko membakar telapak kaki anjing.
Sebagai panduan sederhana, jika permukaan jalan terlalu panas untuk disentuh tangan selama lima detik, maka permukaan tersebut juga terlalu panas bagi anjing. Selain itu, pemilik perlu menyediakan tempat berteduh yang nyaman. Dilansir dari The Humane Society of the United States, anjing yang berada di luar rumah harus memiliki akses ke area teduh dengan sirkulasi udara yang baik.
Penggunaan kipas angin, alas pendingin (cooling mat), atau handuk lembap juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh hewan peliharaan. Para ahli juga mengingatkan agar tidak pernah meninggalkan anjing di dalam mobil yang terparkir.
Dilansir dari PDSA UK, suhu di dalam kendaraan dapat meningkat secara drastis hanya dalam hitungan menit, bahkan ketika jendela sedikit terbuka. Kondisi tersebut dapat menyebabkan heatstroke yang berujung pada kerusakan organ serius atau kematian.
Pemilik juga perlu mengenali tanda-tanda heatstroke sejak dini. Dilansir dari VCA Animal Hospitals, gejalanya meliputi napas yang sangat cepat, air liur berlebihan, gusi berwarna merah terang, tubuh lemas, muntah, diare, hingga kehilangan kesadaran.
Jika gejala tersebut muncul, anjing harus segera dipindahkan ke tempat yang lebih sejuk dan mendapatkan pertolongan dokter hewan sesegera mungkin. Beberapa dokter hewan juga menyarankan pemberian camilan dingin seperti es batu kecil atau makanan beku khusus anjing sebagai cara membantu menjaga suhu tubuh saat cuaca sangat panas.
Namun, pendinginan harus dilakukan secara bertahap dan tidak menggunakan air es dalam jumlah besar karena dapat menyebabkan syok pada tubuh anjing yang sedang mengalami overheating. Dengan meningkatnya frekuensi heatwave di berbagai negara akibat perubahan iklim, kesadaran pemilik hewan peliharaan menjadi semakin penting.
Menjaga hidrasi, menghindari aktivitas di tengah hari, menyediakan tempat teduh, dan mengenali gejala heatstroke dapat menjadi langkah sederhana yang berperan besar dalam melindungi anjing selama musim panas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....