Psikolog UNAIR Soroti Krisis Mental Remaja
- 11 Mei 2026 20:49 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Masalah kesehatan mental remaja kini menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Dosen Fakultas Psikologi UNAIR, Dr Wiwin Hendriani SPsi MSi, menyoroti menyoroti tantangan di Asia Tenggara semakin kompleks akibat stigma dan keterbatasan layanan kesehatan mental..
Ketua Magister Psikologi UNAIR itu membahas kegagalan program kesejahteraan di sekolah. Menurut Wiwin, satu dari tujuh remaja dunia mengalami gangguan mental.
Kawasan Asia Pasifik menampung 60 persen populasi remaja dunia. Ia menyebut bunuh diri menjadi penyebab utama kematian remaja secara global.
“Kesejahteraan pendidikan bukan isu sampingan, tetapi isu sentral,” katanya, Senin, 11 Mei 2026. Wiwin menilai stigma membuat perilaku mencari bantuan masih rendah di Asia Tenggara.
“Masalahnya bukan hanya prevalensi, tetapi juga visibilitas dan akses layanan,” ujarnya. Ia menyoroti banyak sekolah gagal menerapkan program kesejahteraan secara berkelanjutan.
Program wellbeing sering dianggap tambahan dan bergantung pada individu tertentu. Kondisi tersebut menciptakan kesenjangan antara kesadaran dan praktik kesejahteraan di sekolah.
“Kita harus berpikir dalam kerangka ekosistem, bukan intervensi terisolasi,”ucapnya. Wiwin mendorong sekolah membangun pendekatan yang terukur dan adaptif terhadap kondisi lokal.
Menurutnya, keberhasilan hanya tercapai melalui sinergi program, etika, dan praktik konsisten. Ia berharap sekolah menjadi tempat aman bagi perkembangan mental siswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....