Capaian Imunisasi Dasar Surabaya 37,23 Persen, Dinkes Optimis Target Terpenuhi
- 06 Mei 2026 14:30 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kota Surabaya hingga awal Mei 2026 telah mencapai 37,23 persen
- Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menyampaikan bahwa capaian IDL saat ini telah mencapai 11.446 anak dari target 30.797 anak hingga akhir 2026
RRI.CO.ID, Surabaya – Capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kota Surabaya hingga awal Mei 2026 telah mencapai 37,23 persen. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) optimistis target imunisasi tahun ini dapat terpenuhi.
Upaya penguatan imunisasi campak terus dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pihak, salah satunya bersama Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani. Langkah ini difokuskan untuk melindungi anak-anak dari risiko penyakit campak yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, meninjau langsung pelaksanaan imunisasi di Pos PAUD Terpadu (PPT) Melati, Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak, Rabu, 6 Mei 2026. Kunjungan tersebut menyasar wilayah dengan cakupan imunisasi rendah, sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua.
Dalam kesempatan itu, Rini mengungkapkan bahwa tantangan utama imunisasi, khususnya pada anak usia 3–4 tahun, berasal dari kekhawatiran orang tua. “Kami melakukan pendekatan secara manusiawi dan psikologis. Kadang kendalanya adalah ibunya yang lebih takut dibanding anaknya, sehingga anak ikut tidak tenang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah pencegahan penting untuk melindungi anak. “Kami hadir untuk meyakinkan bahwa imunisasi ini adalah langkah preventif agar anak-anak terhindar dari penyakit yang tidak terduga,” katanya.
Rini juga mengimbau para orang tua untuk rutin memantau buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai acuan jadwal imunisasi. “Jangan sampai karena kesibukan, hak anak untuk mendapatkan kekebalan tubuh terabaikan,” ucapnya tegas.
Menurutnya, penguatan imunisasi campak menjadi krusial seiring adanya laporan kasus kematian anak akibat komplikasi campak di wilayah lain. “Ini membuktikan bahwa dampak campak bisa sangat berbahaya jika tidak diantisipasi sejak dini,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menyampaikan bahwa capaian IDL saat ini telah mencapai 11.446 anak dari target 30.797 anak hingga akhir 2026. “Secara data, progres kita sudah sesuai target bulanan,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui adanya tantangan berupa mobilitas warga yang cukup tinggi. “Terutama di wilayah utara, banyak warga yang bepergian ke luar kota sehingga ada sasaran yang tidak hadir saat pelaksanaan,” ujarnya.
Terkait kekhawatiran Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), dr. Billy memastikan layanan penanganan tersedia secara cepat dan gratis. “Jika ada reaksi pasca imunisasi, segera lapor. Petugas kami akan langsung menangani tanpa biaya,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melengkapi imunisasi anak. “Jangan jadikan KIPI sebagai alasan, karena manfaat proteksi imunisasi jauh lebih besar,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....