Mengenal Tawon Vespa yang Sengatannya Berbahaya bagi Manusia
- 06 Mei 2026 10:25 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Belakangan ini, pemberitaan mengenai serangan tawon vespa marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Ponorogo, Madiun, hingga Malinau. Serangga yang dikenal dengan sebutan tawon ndas atau tawon ban kuning ini menjadi perhatian khusus karena sengatannya dapat berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian. Keberadaan tawon vespa kerap ditemukan di pemukiman warga, bersembunyi di dalam kamar, hingga menggantung di pohon-pohon di sekitar rumah.
Tawon vespa (Vespa affinis) memiliki ukuran tubuh yang cukup besar, dengan panjang mencapai 3 cm untuk ratu dan sekitar 2,2 hingga 2,5 cm untuk tawon pekerja. Ciri khas yang paling mencolok adalah warna kuning atau jingga terang pada bagian abdomen depan, sementara bagian tubuh lainnya berwarna hitam mengkilap dengan kepala berwarna cokelat kemerahan. Penampilannya yang eksotis ini kerap membuat orang tidak menyadari bahwa serangga tersebut menyimpan racun mematikan.
Bahaya utama dari tawon vespa tidak hanya terletak pada racunnya, tetapi juga pada perilaku koloninya yang sangat agresif saat merasa terancam. Ketika tawon vespa menyengat, ia akan mengeluarkan feromon atau senyawa kimia yang berfungsi sebagai sinyal bahaya, memicu tawon lain dalam satu koloni untuk ikut menyerang secara serempak. Serangan kolektif inilah yang paling berbahaya, karena korban dapat menerima puluhan hingga ratusan sengatan dalam waktu singkat.
Terkait bahaya dan penanganannya, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan melalui laman resmi keslan.kemkes.go.id turut mengingatkan bahwa sengatan tawon vespa tidak bisa dianggap remeh. Racunnya dapat menyebabkan reaksi alergi berat (anafilaksis) yang mengancam jiwa, terutama bagi individu yang memiliki riwayat alergi terhadap racun serangga.
Jika tidak ditangani dengan cepat, sengatan dalam jumlah banyak dapat merusak organ tubuh, menyebabkan edema paru akut, gagal ginjal, bahkan kematian dalam hitungan hari. Dampak sengatan pada setiap orang bisa berbeda-beda tergantung kondisi imunitas tubuh.
Pada umumnya, sengatan tawon vespa menyebabkan nyeri hebat, bengkak, dan rasa panas yang menyengat di area yang terkena. Namun pada kasus yang parah, korban bisa mengalami penurunan kesadaran, sesak napas, hingga syok anafilaksis yang memerlukan penanganan medis darurat segera.
Jika menemukan sarang tawon vespa di lingkungan sekitar, masyarakat diimbau untuk tidak mencoba mengevakuasi sendiri tanpa perlengkapan yang memadai. Petugas Damkar atau BPBD setempat adalah pihak yang paling tepat untuk menangani evakuasi sarang tawon, karena mereka memiliki alat pelindung diri dan metode penanganan yang aman. Beberapa daerah seperti Ponorogo dan Belitung telah menerapkan evakuasi pada malam hari saat aktivitas tawon menurun untuk mengurangi risiko serangan.
Apabila tersengat, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah segera menjauh dari lokasi untuk menghindari serangan susulan. Kompres dingin pada bagian yang tersengat untuk mengurangi nyeri dan bengkak, lalu segera bawa korban ke puskesmas atau rumah sakit terdekat, terutama jika muncul gejala sesak napas, pusing hebat, atau bengkak yang menyebar ke seluruh tubuh. Keluarga dan masyarakat sekitar harus bertindak cepat karena waktu sangat menentukan keselamatan korban.
Kasus kematian akibat sengatan tawon vespa telah tercatat di beberapa wilayah, seperti di Kabupaten Madiun pada tahun 2020 dan di Kabupaten Malinau pada September 2024. Di Madiun sendiri, selama tiga bulan terakhir, Dinas Damkar menerima 77 aduan terkait keberadaan sarang tawon vespa, menunjukkan bahwa ancaman ini nyata dan terus meningkat terutama di musim penghujan.
Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat serangan serangga ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....