Pancaroba, Waspada Penyakit DBD
- 06 Mei 2026 09:10 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Memasuki masa pancaroba, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Perubahan cuaca yang tidak stabil antara musim hujan dan kemarau menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab DBD. Kondisi ini menyebabkan risiko penularan DBD meningkat signifikan dibandingkan musim biasa.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (keslan.kemkes.go.id), lingkungan yang lembap saat pancaroba menyebabkan bakteri dan virus lebih cepat berkembang, termasuk virus dengue penyebab DBD. Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dengan cepat pada genangan air bersih yang banyak ditemukan di sekitar tempat tinggal masyarakat. Wabah DBD biasanya mulai meningkat saat pertengahan musim hujan dan mencapai puncaknya pada masa peralihan cuaca seperti sekarang.
Langkah pencegahan paling efektif untuk melindungi diri dari DBD adalah dengan menerapkan gerakan 3M Plus secara konsisten. Gerakan 3M meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Saat musim pancaroba, kegiatan menguras harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering hingga enam bulan.
Adapun yang dimaksud dengan "Plus" dalam gerakan 3M Plus adalah serangkaian upaya pencegahan tambahan yang tidak kalah penting. Masyarakat disarankan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, serta memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi rumah. Selain itu, gotong royong membersihkan lingkungan, memeriksa tempat penampungan air secara rutin, dan menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai atau lavender juga sangat dianjurkan.
Pemerintah juga mengoptimalkan peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di tingkat rumah tangga melalui program "Satu Rumah Satu Jumantik". Pemantauan jentik cukup dilakukan selama 10 menit pada pukul 10.00 pagi saat nyamuk sedang aktif, dan dilakukan rutin setiap minggu. Dengan adanya kader Jumantik di setiap rumah, upaya pemberantasan sarang nyamuk dapat berjalan lebih masif dan berkelanjutan.
Masyarakat juga perlu mengenali gejala awal DBD agar dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi mendadak, nyeri kepala dan nyeri di belakang bola mata, nyeri otot dan sendi, serta muncul bintik-bintik merah pada kulit. Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kunci utama pencegahan DBD saat pancaroba terletak pada kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tidak ada satu pun tempat yang benar-benar aman dari perkembangbiakan nyamuk jika masyarakat masih abai terhadap genangan air di sekitarnya. Dengan disiplin menerapkan 3M Plus dan mengaktifkan peran Jumantik di setiap rumah, penyebaran DBD dapat ditekan secara signifikan. Mari jaga lingkungan kita, karena nyamuk DBD bisa mulai dari hal kecil di sekitar kita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....