Mengapa Burger dan Kebab Tetap Dianggap Tidak Sehat meski Mengandung Sayur?
- 04 Mei 2026 14:38 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Burger dan kebab sering dianggap memiliki kandungan sayur karena menggunakan selada, tomat, bawang, maupun mentimun. Namun para ahli gizi menilai keberadaan sayuran tersebut belum cukup untuk membuat makanan cepat saji itu menjadi sehat, terutama jika dikonsumsi terlalu sering.
Dilansir dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, masalah utama burger dan kebab umumnya terletak pada tingginya kandungan kalori, lemak jenuh, garam, serta daging olahan yang digunakan. Sayuran di dalamnya biasanya hanya dalam jumlah kecil sehingga tidak mampu menyeimbangkan keseluruhan nilai gizinya.
Pada burger, kandungan lemak dan natrium biasanya berasal dari patty daging, keju, saus, dan proses memasak menggunakan minyak atau mentega. Dilansir dari Cleveland Clinic, satu burger cepat saji lengkap dengan saus dan keju dapat mengandung lebih dari setengah batas harian natrium yang direkomendasikan tubuh. Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dikaitkan dengan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Sementara itu, kebab sering dianggap lebih sehat karena banyak memakai sayuran segar dan roti tipis. Namun dilansir dari BBC Good Food, beberapa jenis kebab justru memiliki kandungan kalori sangat tinggi akibat penggunaan daging berlemak, saus mayo, dan tambahan keju atau kentang goreng. Proses pemanggangan daging secara terus-menerus juga dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh dan senyawa tertentu yang kurang baik jika dikonsumsi berlebihan.
Para ahli juga menyoroti ukuran porsi makanan cepat saji yang semakin besar dalam beberapa tahun terakhir. Dilansir dari Mayo Clinic, tubuh sebenarnya tetap membutuhkan sayur, serat, dan protein seimbang, tetapi makanan seperti burger dan kebab modern sering kali mengandung lebih banyak karbohidrat olahan, saus tinggi gula, dan lemak dibanding kandungan sayurnya.
Meski begitu, burger dan kebab tidak selalu harus dihindari sepenuhnya. Ahli nutrisi menyarankan memilih daging tanpa lemak, mengurangi saus tinggi gula atau mayones, memperbanyak sayuran, dan membatasi makanan pendamping seperti kentang goreng serta minuman manis. Dilansir dari Healthline, versi homemade atau buatan sendiri biasanya lebih sehat karena bahan dan porsinya dapat dikontrol dengan lebih baik.
Dengan kata lain, keberadaan sayur dalam burger atau kebab memang memberi tambahan nutrisi, tetapi tidak otomatis membuat keseluruhan makanan menjadi sehat. Kandungan lemak, garam, gula, dan ukuran porsinya tetap menjadi faktor utama yang menentukan dampaknya bagi tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....