saat Gizi Berlebih Jadi Masalah

  • 21 Apr 2026 12:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID – Surabaya, Masalah gizi tidak hanya berkaitan dengan kekurangan tetapi juga kelebihan yang kini semakin banyak terjadi di masyarakat. Hal ini disampaikan dalam materi bertajuk “Saat Gizi Berlebihan Menjadi Masalah” oleh Rahma Putri Ardiyanti, Ahli Gizi RSU Muhammadiyah Ponorogo. Dalam pemaparannya di RRI Surabaya dijelaskan bahwa gizi berlebihan merupakan kondisi penumpukan lemak berlebih pada tubuh yang dapat mengganggu Kesehatan dan memicu berbagi penyakit tidak menular.

Gizi berlebih dapat dikenali melalui beberapa indikator, salah satunya dengan perhitungan Indeks Massa Tubuh atau IMT. Seseorang dikatakan mengalami gizi lebih apabila memiliki nilai IMT di atas batas normal, yaitu lebih dari 25. Selain itu, pengukuran lingkar perut serta presentase lemak tubuh juga menjadi indikator penting dalam menentukan kondisi gizi seseorang.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa penyebab gizi berlebih tidak hanya berasal dari pola makan, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Di antaranya adalah asupan energi yang berlebihan dibandingkan dengan energi yang dikeluarkan, faktor genetik, kurangnya aktivitas fisik, hingga kondisi psikologis. Selain itu, ketidakseimbangan hormon serta gaya hidup modern juga turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus gizi berlebih.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai penyakit tidak menular yang serius. Beberapa di antaranya adalah Diabetes, Hipertensi, serta penyakit jantung dan pembuluh darah. Bahkan dalam jangka Panjang, gizi berlebih juga dapat meningkatkan risiko kanker dan gangguan Kesehatan lain.

Untuk mencegah dampak tersebut, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat. Salah satu Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan konsep CERDIK, yaitu cek Kesehatan secara rutin, menghindari asap rokok, rajin beraktivitas fisik, menerapkan polka makan seimbang, istirahat cukup, serta mampu mengelola stres dengan baik.

Dalam hal pola makan, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam memilih jenis makanan. Konsumsi makanan ultra-proses atau ultra-processed food (UPF) perlu dibatasi karena umumnya mengandung gula, garam, dan lemak dalam jumlah tinggi. Makanan jenis ini biasanya memiliki daya tahan lebih lama, rasa yang kuat, serta praktis namun berpotensi berdampak buruk bagi Kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Sebagai alternatif, masyarakat disarankan untuk lebih mengutamakan konsumsi makanan segar dan alami. Selain itu, penting juga untuk membiasakan membaca label informasi gizi pada kemasan produk. Dengan memahami kandungan nutrisi, masyarakat dapat lebih selektif dalam memilih makanan yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Sebagai penutup ditegaskan bahwa gaya hidup modern menuntut masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga pola makan dan Kesehatan. Gizi berlebih merupakan maslah yang nyata dan dapat berdampak serius jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, kesadaran untuk hidup sehat perlu dimulai dari diri sendiri melalui Langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....