Fenomena Menguap Menular, Ini Penjelasan Ilmiahnya

  • 15 Apr 2026 15:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menguap merupakan respons alami tubuh yang sering terjadi saat seseorang merasa lelah atau mengantuk. Namun, fenomena menguap yang dapat “menular” dari satu orang ke orang lain masih menjadi hal menarik untuk dikaji secara ilmiah.

Para peneliti menyebut bahwa menguap menular terjadi ketika seseorang melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap. Respons ini biasanya terjadi tanpa disadari dan sulit dikendalikan.

Dilansir dari National Geographic, fenomena ini berkaitan dengan kemampuan empati seseorang. Semakin tinggi tingkat empati, semakin besar kemungkinan seseorang ikut menguap setelah melihat orang lain melakukannya.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa bagian otak yang berperan dalam interaksi sosial ikut aktif saat seseorang mengalami menguap menular. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan antara perilaku tersebut dengan hubungan sosial antarindividu.

Menguap menular umumnya lebih sering terjadi pada orang yang memiliki kedekatan emosional, seperti keluarga atau teman dekat. Sebaliknya, respons ini cenderung lebih rendah pada individu dengan gangguan tertentu yang memengaruhi empati.

Dilansir dari Cleveland Clinic, secara biologis menguap juga berfungsi membantu mengatur suhu otak dan meningkatkan kewaspadaan, sehingga tubuh tetap dalam kondisi optimal.

Meski terlihat sederhana, fenomena ini menunjukkan bahwa manusia memiliki sistem sosial dan neurologis yang kompleks. Bahkan, beberapa penelitian menemukan bahwa hewan tertentu juga dapat mengalami menguap menular.

Dengan demikian, menguap tidak hanya sekadar tanda mengantuk, tetapi juga mencerminkan bagaimana otak manusia merespons lingkungan sosial di sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....