Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Sidoarjo Tingkatkan Kewaspadaan
- 11 Apr 2026 17:20 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Sidoarjo - Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak setelah mencatat 74 kasus suspek yang tersebar di sejumlah wilayah. Seluruh kasus saat ini masih dalam tahap pemantauan sambil menunggu hasil uji laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengungkapkan bahwa puluhan sampel pasien telah dikirim ke laboratorium tingkat provinsi untuk pemeriksaan lanjutan. Namun hingga kini, hasil belum dapat dipastikan lantaran keterbatasan reagen.
“Suspek campak memang sampai saat ini kami belum mendapatkan hasil. Sampel sudah kami kirimkan ke provinsi, namun informasinya reagen sedang kosong,” ujarnya, Sabtu, 11 April 2026.
Meski jumlah suspek cukup tinggi, Dinkes memastikan kondisi pasien masih terkendali. Hingga saat ini belum ditemukan kasus dengan gejala berat maupun komplikasi serius.
“Alhamdulillah tidak ada kasus yang sampai parah. Ini masih suspek, artinya mengarah ke gejala campak, tetapi belum bisa dipastikan tanpa hasil laboratorium,” katanya.
Di sisi lain, program vaksinasi campak rutin disebut tetap berjalan normal. Belum ada kebijakan tambahan dari pemerintah pusat terkait vaksinasi bagi tenaga kesehatan.
Namun, tenaga medis yang ingin mendapatkan perlindungan tambahan tetap diperbolehkan menjalani vaksinasi secara mandiri. Tak hanya fokus pada penyakit menular, Dinkes juga memperkuat upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui kolaborasi lintas tenaga medis, khususnya antara dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal, seperti preeklamsia, eklamsia, hingga asfiksia pada bayi baru lahir. Dinkes mendorong penerapan Panduan Praktik Klinis (PPK) secara menyeluruh di seluruh fasilitas layanan kesehatan guna menyamakan standar penanganan medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....