Mager Jadi Alarm Gaya Hidup

  • 05 Apr 2026 10:53 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kebiasaan mager atau malas bergerak kini bukan lagi sekadar istilah populer di media sosial, tetapi mulai menjadi cerminan gaya hidup masyarakat modern. Di tengah rutinitas serba digital, banyak orang lebih nyaman duduk lama, rebahan, atau memilih kendaraan untuk jarak dekat.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan mencatat, 37,4 persen penduduk Indonesia usia di atas 10 tahun masih kurang melakukan aktivitas fisik. Alasan terbanyak ialah tidak ada waktu sebesar 48,7 persen, disusul faktor malas 32,6 persen berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023.

“Kurang aktivitas fisik masih menjadi tantangan gaya hidup masyarakat Indonesia, terutama di tengah kebiasaan serba praktis dan digital,” tulis BKPK Kemenkes dalam rilis Aktivitas Fisik Penduduk Indonesia.

Fenomena ini terlihat dari kebiasaan sederhana sehari-hari, mulai naik motor ke warung dekat rumah, terlalu lama duduk saat bekerja, hingga berjam-jam scrolling gawai. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut membentuk pola hidup sedentari yang berisiko bagi kesehatan.

“Aktivitas fisik dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas,” tulis BKPK Kemenkes.

BKPK merekomendasikan orang dewasa usia 18–64 tahun melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150–300 menit per minggu, sedangkan anak dan remaja minimal 60 menit per hari. Karena itu, melawan mager dapat dimulai dari langkah kecil, seperti berjalan kaki 10 menit setiap pagi, memilih tangga daripada lift, atau berdiri sejenak setelah duduk selama satu jam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....