POTADS Jatim Tegaskan Pentingnya Peran Keluarga bagi Down Syndrome
- 03 Apr 2026 22:19 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Peringatan Hari Down Syndrome Dunia (HDSD) 2026 di Surabaya menegaskan pentingnya peran keluarga dan dukungan lingkungan sosial dalam mendorong tumbuh kembang penyandang Down Syndrome secara optimal. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Penyandang Down Syndrome Jawa Timur (PIK POTADS Jatim) ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik sekaligus memperkuat kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Mengusung tema “Peran Keluarga dan Tenaga Kesehatan dalam Mendukung Tumbuh Kembang Individu dengan Down Syndrome”, kegiatan ini menyoroti bahwa keluarga merupakan pilar utama dalam mendampingi proses perkembangan, sementara dukungan tenaga kesehatan dan lingkungan sosial menjadi faktor pendukung yang tidak terpisahkan.
Di tengah masih adanya stigma dan kesalahpahaman, masyarakat diajak untuk melihat penyandang Down Syndrome sebagai individu yang memiliki potensi dan kemampuan untuk berkembang. Pendekatan yang lebih inklusif diharapkan mampu mengurangi hambatan sosial sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi mereka untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Sejalan dengan tema global tahun ini, “Together Against Loneliness”, kegiatan ini juga mengangkat pentingnya kebersamaan dalam mengatasi kesepian sosial yang masih sering dialami oleh penyandang Down Syndrome dan keluarganya.
“Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menguatkan keluarga sekaligus mendorong perubahan cara pandang masyarakat bahwa penyandang Down Syndrome bukan untuk dikasihani, tetapi untuk diberdayakan dan diberi kesempatan yang setara,” ujar Suwahyu, Pengurus PIK POTADS Jatim Bidang Kemitraan dan Pengembangan Organisasi.
Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga menghadirkan ruang berbagi pengalaman antar keluarga yang memberikan inspirasi serta penguatan. Berbagai penampilan seni seperti musik, tari, dan fashion show turut ditampilkan sebagai bentuk ekspresi dan bukti kemampuan penyandang Down Syndrome dalam berkarya.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 125 penyandang Down Syndrome bersama keluarga, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tenaga kesehatan, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum. Melalui kegiatan ini diharapkan semakin tumbuh pemahaman yang tepat di masyarakat, meningkatnya kepercayaan diri keluarga dalam mendampingi, serta terciptanya lingkungan sosial yang lebih inklusif, ramah, dan bebas stigma.
Dengan semangat “AKU ADA, AKU BISA”, seluruh pihak diajak untuk bersama-sama mendukung penyandang Down Syndrome agar dapat hidup mandiri, berdaya, dan setara di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....