Manfaat Tersembunyi Pucuk Daun Belimbing Wuluh Bagi Kesehatan
- 30 Mar 2026 21:27 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Surabaya - Selama ini, tanaman Belimbing wuluh lebih dikenal masyarakat sebagai penyegar masakan atau sekadar peneduh pekarangan. Namun di balik perannya yang sederhana, tersimpan manfaat besar yang belum banyak diketahui publik, terutama dari bagian pucuk daunnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Mbak Tri, pengelola Kampung Herbal Surabaya, dalam keterangannya kepada PRO1 pada Senin, 30 Maret 2026. Ia menilai pemahaman masyarakat tentang tanaman ini masih perlu diluruskan.
“Banyak orang menganggap belimbing wuluh hanya sebagai bumbu masakan atau tanaman hias semata, padahal bagian pucuk daunnya memiliki khasiat yang luar biasa untuk menjaga kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan pucuk belimbing wuluh sebenarnya bukan hal baru. Tanaman ini telah lama digunakan sebagai bagian dari pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun di berbagai daerah di Indonesia.
“Di kampung kami, pucuk belimbing wuluh sudah digunakan oleh nenek moyang untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Bahkan beberapa tahun lalu, banyak warga datang untuk meminta panduan penggunaannya,” ungkapnya.
Salah satu manfaat utama yang menonjol adalah kemampuannya menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah. “Pucuk belimbing wuluh ini ampuh untuk mengatasi jantung berdebar dan kencang. Selain itu, juga terbukti membantu menurunkan tekanan darah tinggi pada beberapa kasus,” katanya.
Tak hanya itu, tanaman ini juga disebut bermanfaat dalam membantu mengontrol kadar gula darah. “Bagi penderita diabetes ringan hingga sedang, konsumsi ramuan pucuk belimbing wuluh secara teratur dapat memberikan dampak positif, namun ini bukan pengganti pengobatan medis,” jelasnya.
Lebih lanjut, manfaatnya juga dirasakan untuk kesehatan rambut dan pencernaan. “Banyak yang melaporkan rambut menjadi lebih kuat dan kerontokan berkurang setelah beberapa minggu penggunaan,” ucapnya, seraya menambahkan bahwa tanaman ini juga dapat membantu mengatasi perut kembung.
Meski demikian, Mbak Tri mengingatkan agar penggunaannya tetap bijak. “Kita tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan, dan bagi yang memiliki kondisi tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli herbal,” tegasnya. Ia berharap masyarakat semakin menghargai kekayaan alam lokal sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara alami.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....