Bahaya Kipas Angin Menyala saat Tidur Sepanjang Malam

  • 26 Mar 2026 05:42 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kipas angin menjadi salah satu perangkat elektronik yang paling sering digunakan masyarakat untuk mendinginkan ruangan, terutama saat cuaca panas. Alat ini bekerja dengan memanfaatkan motor listrik untuk menghasilkan aliran udara yang membantu meningkatkan sirkulasi dan memberikan rasa sejuk di ruang tertutup maupun terbuka.

Namun, di balik manfaatnya, kebiasaan menyalakan kipas angin sepanjang malam saat tidur ternyata menyimpan sejumlah risiko kesehatan yang kerap tidak disadari. Banyak orang menjadikan kipas angin sebagai penunjang utama agar bisa tidur nyenyak, khususnya ketika suhu terasa gerah di malam hari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dokter Martin dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan Pro 1 pada Rabu, 25 Maret 2026. Ia menilai, penggunaan kipas angin secara terus-menerus saat tidur dapat memicu berbagai gangguan kesehatan yang sering dianggap sepele.

“Udara yang dihasilkan dari kipas angin bisa menyebabkan hidung, mulut, dan tenggorokan terasa kering. Hal ini menyebabkan tubuh akan memproduksi lendir yang berlebih secara otomatis, sehingga menyebabkan hidung mampet, tenggorokan sakit, dan sering juga disertai sakit kepala,” ujar Dokter Martin.

Menurutnya, perubahan kelembapan pada saluran pernapasan merupakan respons alami tubuh. Namun, ketika produksi lendir menjadi berlebihan, kondisi tersebut justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu kesehatan pengguna dalam jangka panjang.

Selain itu, Dokter Martin juga menyoroti risiko lain yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Ia menjelaskan bahwa aliran udara dari kipas angin dapat menyebarkan debu dan tungau mikroskopis yang mudah terhirup, sehingga berpotensi memicu reaksi alergi maupun gangguan pernapasan.

“Hal ini bisa memicu alergi seperti bersin-bersin dan mata berair. Bahkan, infeksi saluran pernapasan seperti sesak napas khususnya bagi penderita asma akan lebih mudah kambuh,” katanya.

Tak hanya berdampak pada sistem pernapasan, penggunaan kipas angin saat tidur juga dapat memengaruhi kondisi otot dan tubuh. “Hal ini bisa menyebabkan nyeri otot pada leher dan rasa pegal pada bahu karena otot yang menegang. Masalah lain yang kerap muncul juga seperti kulit dan mata kering, serta bagi yang punya penyakit bawaan seperti sinus, kondisinya akan lebih mudah kambuh atau menjadi lebih sensitif,” jelas Dokter Martin.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Dokter Martin menyarankan agar penggunaan kipas angin dilakukan secara bijak. “Lebih baik dipantulkan ke dinding sehingga tidak terkena paparan anginnya secara langsung,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kenyamanan sekaligus meminimalkan dampak buruk bagi kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....