Waspada Kandungan Garam Sendawa pada Daging Olahan

  • 21 Mar 2026 05:21 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Konsumsi makanan olahan seperti kornet, sosis, bakso, ham dan sop daging yang lezat memang menjadi favorit masyarakat. Namun, masyarakat diimbau untuk lebih waspada jika menemukan daging yang tetap berwarna merah cerah atau merah muda meskipun telah dimasak. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya penggunaan bahan tambahan berbahaya.

Dokter Gunadi, seorang spesialis penyakit dalam di Surabaya, mengingatkan bahwa warna daging yang tidak wajar dapat mengindikasikan penggunaan garam sendawa atau saltpeter. “Penggunaan garam sendawa dalam makanan seperti kornet, sosis, bakso, ham atau sop buntut yang berwarna merah muda biasanya bertujuan untuk mempertahankan warna daging agar terlihat segar dan menarik bagi pembeli,” ujarnya saat dihubungi Pro 1, Jumat, 20 Maret 2026.

Ia menjelaskan, tampilan daging yang cerah kerap disalahartikan sebagai tanda kesegaran oleh konsumen. Hal ini, menurutnya, mendorong sebagian pedagang menggunakan cara instan tanpa mempertimbangkan dampak kesehatan jangka panjang.

Lebih lanjut, Dokter Gunadi mengungkapkan bahwa garam sendawa sebenarnya bukan bahan yang diperuntukkan bagi konsumsi rutin. “Secara umum, garam sendawa digunakan untuk keperluan industri, sebagai bahan pengawet tertentu yang diatur ketat, maupun bahan baku pembuat kembang api,” ujarnya.

Dari sisi medis, tubuh manusia memang memiliki batas toleransi terhadap zat asing. Namun, penggunaan berlebihan dapat menimbulkan dampak serius. “Dalam jumlah yang sangat kecil dan dikonsumsi sesekali saja, tubuh mungkin masih bisa memprosesnya. Namun, masalah muncul jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak jangka pendek yang paling berbahaya adalah gangguan kemampuan darah dalam mengangkut oksigen. “Risiko utamanya adalah methemoglobinemia, yaitu kondisi ketika hemoglobin tidak dapat mengikat oksigen dengan baik, sehingga tubuh mengalami kekurangan oksigen,” tuturnya.

Gejala kondisi tersebut dapat berupa kulit kebiruan, pusing, lemas, hingga sesak napas pada kasus yang lebih berat. Selain itu, ancaman jangka panjang juga perlu diwaspadai karena zat turunan garam sendawa berpotensi membentuk senyawa karsinogenik pemicu kanker.

“Penggunaan yang berkelanjutan dapat meningkatkan risiko kanker, terutama pada organ pencernaan seperti lambung dan usus. Ini ancaman yang tidak langsung terlihat, tetapi berkembang perlahan,” kata Dokter Gunadi.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih makanan. “Pilihlah olahan daging dengan warna alami, bukan yang merah mencolok. Kesehatan adalah aset paling berharga, sehingga kita harus bijak dalam memilih makanan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....