Strategi Makan Pintar saat Silaturahmi Lebaran
- 18 Mar 2026 11:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Momen silaturahmi saat Lebaran kerap identik dengan beragam hidangan lezat yang menggoda selera, mulai dari makanan bersantan hingga kue manis berkalori tinggi. Tanpa strategi yang tepat, kebiasaan makan berlebih saat berkunjung ke rumah kerabat dapat berdampak pada kesehatan, seperti kenaikan berat badan hingga gangguan gula darah.
Hal tersebut disampaikan oleh Arifatur Rafiqa, S.Gz., Dietisien dari RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, dalam program siaran Dialog Kesehatan di Pro 4 RRI Surabaya. Ia menekankan pentingnya pengaturan pola makan selama momen Lebaran agar tetap sehat tanpa harus mengurangi makna kebersamaan.
Menurut Rafiqa, salah satu strategi penting adalah memperhatikan waktu makan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melewatkan waktu makan utama seperti sarapan, makan siang, dan makan malam, karena hal tersebut dapat memicu makan berlebihan di waktu berikutnya.
“Bayangkan saja jika pagi kita tidak sarapan, pasti makan siangnya akan lebih banyak karena merasa lapar. Ini membuat kontrol nafsu makan menjadi tidak teratur,” ujarnya.
Dengan menjaga jadwal makan yang teratur, lanjutnya, seseorang akan lebih mudah mengendalikan porsi makanan yang dikonsumsi. Selain itu, kebiasaan ini juga membantu menjaga konsentrasi dan mencegah fluktuasi gula darah, terutama bagi penderita diabetes.
Strategi berikutnya adalah memperbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah. Rafiqa menuturkan bahwa hidangan Lebaran sering kali minim serat, sehingga penting untuk tetap menyertakan sayur atau buah dalam setiap kesempatan makan.
“Perbanyak makan sayur dan buah karena dapat membantu mengontrol nafsu makan, membuat kenyang lebih lama, serta menjaga kesehatan saluran cerna dan mencegah sembelit,” jelasnya.
Selain itu, kebutuhan cairan tubuh juga harus tetap terpenuhi. Ia menyarankan untuk mengonsumsi minimal dua liter air putih per hari, meskipun telah mengonsumsi minuman manis selama perayaan.
“Pastikan tetap minum air putih yang cukup. Kebutuhan cairan bukan dari minuman manis, tetapi dari air putih,” tegas Rafiqa.
Dalam memilih camilan saat bertamu, masyarakat juga diimbau untuk lebih selektif. Beberapa pilihan yang lebih sehat antara lain kurma, kacang panggang, puding rendah gula, serta salad buah. Ia juga mendorong tuan rumah untuk menyediakan alternatif makanan sehat bagi para tamu.
Lebih lanjut, Rafiqa mengingatkan dampak yang dapat terjadi jika pola makan tidak terkontrol selama Lebaran. “Jika dalam beberapa hari kita makan secara berlebihan dan tidak terkontrol, maka bisa menyebabkan kenaikan berat badan, gula darah tidak stabil, hingga peningkatan kolesterol,” paparnya.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki kendali penuh atas apa yang dikonsumsi. “Kita sendiri yang bisa memutuskan apa yang harus kita konsumsi. Jadilah lebih pintar dalam memilih makanan demi kesehatan jangka panjang,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....