Menangis Bukan Kelemahan, tapi Mekanisme Sehat Tubuh

  • 02 Mar 2026 22:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Menangis merupakan reaksi alami tubuh dalam merespons emosi, terutama ketika seseorang mengalami kesedihan, tekanan, atau frustrasi. Meski sering dianggap sebagai tanda kelemahan, para ahli menilai tangisan justru memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Tangis menjadi mekanisme alami tubuh untuk menyalurkan emosi sekaligus menyeimbangkan kondisi internal yang terganggu akibat tekanan psikologis.

Dokter umum dr. Rico Tambunan menjelaskan bahwa menahan tangis bukanlah pilihan yang bijak bagi kesehatan. Dalam wawancara bersama Pro1, Senin 2 Februari 2026, ia menegaskan bahwa emosi yang dipendam dapat memicu berbagai gangguan tubuh. “Menahan tangis dapat meningkatkan hormon stres, mengganggu pola tidur, dan membuat otot menjadi tegang,” ujar dr. Rico.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai keluhan fisik. “Kondisi ini berpotensi memicu sakit kepala, nyeri otot, hingga rasa lelah yang berkepanjangan,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa emosi yang tidak tersalurkan dapat memberikan dampak nyata terhadap kesehatan tubuh.

Sebaliknya, menangis berfungsi sebagai proses pembuangan alami bagi tubuh. Air mata dipercaya membantu mengeluarkan hormon stres serta zat sisa yang menumpuk akibat tekanan emosional. Ketika tangis terjadi, tubuh mengalami pelepasan ketegangan sehingga seseorang sering merasa lebih lega setelahnya.

Secara fisiologis, menangis juga membantu menenangkan sistem saraf. Proses ini mengaktifkan sistem saraf parasimpatis atau parasympathetic nervous system (PNS) yang berperan menciptakan kondisi relaksasi. Aktivasi sistem ini membuat detak jantung lebih stabil, pernapasan menjadi teratur, serta tubuh kembali berada dalam kondisi nyaman.

Manfaat menangis tidak berhenti pada aspek emosional saja. dr. Rico menjelaskan bahwa air mata memiliki kandungan enzim lisozim yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. “Air mata mengandung enzim lisozim yang berfungsi melawan bakteri, yang secara teoritis dapat membantu mengurangi jerawat dan menekan pertumbuhan bakteri lain di wajah,” ungkapnya.

Selain menjaga kesehatan kulit, enzim lisozim juga berperan penting dalam melindungi mata dari infeksi. Kandungan tersebut membantu menangkal bakteri yang masuk melalui debu maupun sentuhan benda kotor. Dengan demikian, menangis secara tidak langsung membantu menjaga kebersihan dan kesehatan mata dari gangguan mikroorganisme berbahaya.

Dukungan ilmiah mengenai manfaat menangis juga muncul dalam penelitian psikologi modern. Studi yang melibatkan lebih dari 190 peserta menunjukkan bahwa individu yang menangis saat menonton video sedih memiliki respons fisiologis yang mendukung stabilitas biologis tubuh. Temuan ini menegaskan bahwa menangis bukanlah tanda kelemahan, melainkan cara alami tubuh merawat diri agar tetap sehat secara fisik dan mental.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....