Kolang Kaling Kaya Manfaat Sehat saat Ramadan

  • 02 Mar 2026 00:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Kolang kaling, buah kenyal yang kerap menghiasi sajian es buah dan kolak selama bulan Ramadan, ternyata menyimpan beragam manfaat kesehatan yang masih jarang diketahui masyarakat. Selama ini, kolang kaling lebih dikenal sebagai pelengkap hidangan berbuka puasa, padahal kandungan gizinya menjadikannya layak disebut sebagai pangan fungsional yang menyehatkan.

Hendra, seorang ahli botani dari Surabaya, menjelaskan bahwa kolang kaling berasal dari buah pohon aren (Arenga pinnata). Dalam wawancara bersama Pro1 pada Minggu 1 Maret 2026, ia mengatakan, “Kolang kaling berasal dari buah pohon aren yang diolah dengan cara dibakar atau direbus untuk menghilangkan getahnya.” Proses pengolahan tradisional tersebut menghasilkan tekstur kenyal khas yang digemari masyarakat.

Ia menambahkan, penamaan kolang kaling juga memiliki cerita unik. “Nama ‘kolang kaling’ dipercaya berasal dari bunyi ‘klang kling’ saat bijinya dikocok,” ujar Hendra. Bunyi tersebut kemudian menjadi inspirasi penamaan yang terus digunakan hingga kini di berbagai daerah di Indonesia.

Dari sisi kandungan gizi, kolang kaling memiliki komposisi nutrisi yang cukup lengkap. Buah ini mengandung air dalam jumlah tinggi, serat pangan, kalsium, fosfor, zat besi, serta karbohidrat alami. Kombinasi nutrisi tersebut membuat kolang kaling bukan sekadar camilan musiman, tetapi juga berpotensi mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Menurut Hendra, manfaat utama kolang kaling berkaitan dengan kesehatan pencernaan. “Kandungan serat dan airnya yang tinggi membantu mencegah sembelit dan melancarkan BAB,” jelasnya. Selain itu, kolang kaling juga rendah kalori sehingga cocok dikonsumsi dalam program diet, selama tidak diolah dengan tambahan gula berlebihan.

Manfaat lain yang tak kalah penting adalah bagi kesehatan tulang dan sendi. “Kolang kaling mengandung kalsium dan fosfor yang penting untuk kekuatan tulang dan gigi, serta galaktomanan yang dipercaya membantu mengurangi nyeri sendi,” ungkapnya. Serat yang terkandung di dalamnya juga membantu mengontrol kadar gula darah dengan memperlambat penyerapan gula dalam tubuh.

Tidak hanya itu, kolang kaling turut berkontribusi terhadap kesehatan jantung dan kulit. “Seratnya membantu menurunkan kolesterol jahat, sementara antioksidannya melawan radikal bebas penyebab penuaan dini,” terang Hendra. Kandungan air yang tinggi juga membantu menjaga hidrasi tubuh serta mempertahankan kelembapan alami kulit.

Hendra pun mengingatkan masyarakat untuk mengolah kolang kaling secara sehat agar manfaatnya maksimal. “Hindari pengolahan dengan terlalu banyak gula atau pewarna buatan. Rebus dengan daun pandan untuk aroma alami, lalu konsumsi sebagai campuran buah segar, topping yogurt, atau smoothie,” sarannya. Ia menutup dengan pesan, “Kolang kaling adalah camilan sederhana dengan segudang manfaat kesehatan, asalkan dikonsumsi dengan cara yang sehat dan tidak berlebihan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....