Tidur dengan Lampu Mati Lebih Baik, Benarkah?

  • 27 Feb 2026 10:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kamu punya kebiasaan tidur dengan lampu mati atau lebih nyaman jika lampu tetap menyala? Sebagian orang memang ada yang merasa lebih nyaman tidur dengan lampu menyala, sementara yang lain memilih gelap total. Namun ternyata dalam beberapa tahun terakhir, penelitian akademik dari berbagai kampus dan lembaga internasional menunjukkan bahwa pilihan ini bukan hanya kenyamanan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan tubuh.

Sejak 2018, banyak studi menyoroti pentingnya kondisi gelap bagi tubuh saat tidur. Salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychiatry Investigation (2018) berjudul "Impact of Exposure to Dim Light at Night on Sleep in Female and Comparison with Male Subjects" menemukan bahwa paparan cahaya menyala meskipun redup redup di malam hari tetap berdampak negatif pada kualitas tidur. Dalam penelitian tersebut, partisipan yang tidur dengan paparan cahaya menunjukkan perubahan pada durasi tidur dan efisiensi tidur dibandingkan kondisi gelap total. Peneliti menyimpulkan bahwa bahkan cahaya dengan intensitas rendah dapat memengaruhi struktur tidur manusia.

Salah satu mekanisme utama yang terpengaruh adalah produksi melatonin, hormon yang berperan penting dalam mengatur rasa kantuk. Mengutip studi dari University of Colorado Boulder (2018), “bright evening light dramatically suppresses melatonin levels in humans” menunjukkan bahwa paparan cahaya terang sebelum tidur dapat menurunkan kadar melatonin. Ringkasan penelitian ini menegaskan bahwa cahaya di malam hari secara signifikan “mematikan” sinyal biologis tubuh untuk tidur.

Penelitian lanjutan dalam International Journal of Molecular Sciences (2020) memperkuat temuan tersebut. Studi ini menemukan bahwa paparan cahaya buatan sepanjang malam dapat mengganggu ritme dan menurunkan kualitas tidur pada individu sehat. Dalam ringkasannya, peneliti menyebutkan bahwa cahaya malam berpotensi “mengintervensi sistem biologis” dan berkontribusi terhadap gangguan kesehatan modern.

Tidak hanya berdampak pada tidur, efek cahaya saat malam juga menjalar ke aspek kesehatan lain. Studi terbaru dalam International Journal of Environmental Research and Public Health (2025) menyebutkan bahwa “night-time light exposure is associated with poorer sleep quality and reduced next-day alertness”. Hal ini menunjukkan bahwa paparan cahaya terang di malam hari dapat menghambat melatonin dan memengaruhi tingkat kantuk serta performa keesokan harinya. Dalam penelitian tersebut, kondisi gelap atau cahaya sangat redup justru menghasilkan kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan pencahayaan terang.

Meski demikian, bukan berarti semua kondisi cahaya harus dihindari sepenuhnya. Penelitian dalam The Journal of Physiology (2018) menunjukkan bahwa “timed light exposure can shift circadian rhythms in humans”, yang berarti paparan cahaya yang diatur dengan tepat dapat membantu menyesuaikan jam biologis, terutama bagi pekerja shift.

Dari berbagai temuan ilmiah tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidur dengan lampu mati cenderung lebih baik dibandingkan lampu menyala. Ringkasan penilaian dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisi gelap membantu produksi melatonin, menjaga ritme sirkadian tetap stabil, meningkatkan kualitas tidur, serta mendukung kesehatan jangka panjang. Sementara itu, tidur dengan lampu menyala meskipun dalam cahaya redup tetap berpotensi mengganggu sistem biologis tubuh. Dengan demikian, mematikan lampu saat tidur bukan sekadar kebiasaan, melainkan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....