Ecoton Temukan Mikroplastik dalam Darah dan Ketuban
- 23 Feb 2026 17:03 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surbaya – Lembaga lingkungan Ecoton mengungkap temuan mengejutkan terkait pencemaran mikroplastik di tubuh manusia. Dalam riset yang dilakukan sejak 2017, peneliti Ecoton mendeteksi keberadaan mikroplastik dalam feses, air susu ibu (ASI), air seni, ketuban, hingga darah perempuan.
Peneliti mikroplastik Ecoton, Sofi Azilan Aini, menyebut temuan tersebut sebagai peringatan keras atas krisis sampah plastik sekali pakai yang kian tak terkendali di Indonesia.
“Riset mikroplastik Ecoton sejak 2017 hingga kini telah mendeteksi adanya mikroplastik dalam feses, air susu ibu, air seni, ketuban, dan dalam darah perempuan. Ini seperti kutukan akibat kita menyia-nyiakan sampah plastik. Plastik sekali pakai yang dibuang tanpa pengolahan layak pada akhirnya kembali ke tubuh kita,” ujar Sofi dalam keterangan tertulisnya, Senin 23 Februari 2026.
Menurutnya, infiltrasi mikroplastik ke dalam darah menjadi temuan yang paling mengkhawatirkan. Partikel plastik berukuran sangat kecil tersebut berpotensi masuk ke aliran darah, menetap di organ vital, dan memicu kerusakan sel hingga gangguan fungsi organ dalam jangka panjang.
Sofi menjelaskan, tingginya paparan mikroplastik tidak lepas dari buruknya pengelolaan sampah nasional. Kebiasaan membakar sampah dan membuang limbah plastik ke sungai menyebabkan pencemaran meluas ke udara, air sungai, bahkan air hujan.
“Ironisnya, Indonesia saat ini menjadi negara penyumbang sampah plastik ke laut terbesar ketiga di dunia setelah India dan Nigeria. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyebut masyarakat Indonesia diperkirakan mengonsumsi mikroplastik sekitar 15 gram per bulan melalui makanan, minuman, dan udara yang terpapar partikel plastik.
Ecoton mendesak pemerintah memperkuat regulasi pembatasan plastik sekali pakai serta memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Selain itu, edukasi publik dinilai penting agar masyarakat mengurangi konsumsi plastik dan lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah rumah tangga.
“Jika tidak ada perubahan kebijakan dan perilaku, ancaman kesehatan akibat mikroplastik akan menjadi beban serius bagi generasi mendatang,” kata Sofi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....