Studi Ungkap Gula Darah Pengaruhi Kerusakan Gigi
- 05 Feb 2026 16:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Penelitian terbaru di Jepang mengungkap adanya kaitan antara kadar gula darah tinggi dan meningkatnya risiko kerusakan gigi. Temuan ini dilaporkan The Japan Times dalam artikel yang terbit pada 2 Februari 2026, berdasarkan riset yang dilakukan tim peneliti dari Universitas Osaka.
Studi tersebut dipimpin oleh peneliti Akito Sakanaka bersama timnya, yang meneliti hubungan antara gula darah dan kesehatan mulut. Penelitian dilakukan dengan membandingkan kondisi sekitar 60 responden, termasuk penderita diabetes dan individu tanpa diabetes, untuk melihat pengaruh gula darah terhadap air liur dan plak gigi.
Menurut laporan The Japan Times, peneliti menemukan bahwa individu dengan kadar gula darah lebih tinggi cenderung mengalami perpindahan glukosa dan fruktosa dari darah ke air liur. Kondisi ini dinilai dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung terbentuknya plak dan kerusakan gigi.
“Orang dengan kadar gula darah lebih tinggi cenderung mengalami transfer glukosa dan fruktosa dari darah ke air liur,” demikian pernyataan tim peneliti sebagaimana dikutip The Japan Times. Gula dalam air liur tersebut kemudian dimanfaatkan bakteri untuk menghasilkan asam yang merusak gigi.
Analisis lanjutan terhadap plak gigi menunjukkan adanya peningkatan bakteri penyebab kerusakan gigi serta penurunan bakteri yang berperan menjaga keseimbangan mikrobioma mulut. Temuan ini memperlihatkan bahwa kadar gula darah dapat memengaruhi komposisi bakteri di rongga mulut.
Penelitian juga mencatat bahwa pada pasien diabetes yang menjalani perawatan dan berhasil menurunkan kadar gula darah, kandungan gula dalam air liur ikut menurun. Seiring itu, keseimbangan bakteri mulut menunjukkan perbaikan, meski peneliti menegaskan hasil ini masih bersifat terbatas.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Microbiome tersebut memperluas pemahaman mengenai dampak gula darah terhadap kesehatan, tidak hanya pada penyakit sistemik tetapi juga kesehatan gigi dan mulut. Peneliti menilai temuan ini membuka peluang kajian lanjutan.
Melalui laporan The Japan Times, para peneliti menekankan bahwa hasil studi ini tidak dimaksudkan sebagai diagnosis medis, melainkan sebagai gambaran ilmiah. Pengelolaan kadar gula darah yang baik dinilai berpotensi mendukung upaya menjaga kesehatan mulut secara umum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....