Kenali Virus Nipah di Asia

  • 03 Feb 2026 12:54 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sejumlah negara di Asia, termasuk India dan Thailand, meningkatkan kewaspadaan menyusul ditemukannya kasus virus Nipah di India. Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kontak dengan kelelawar buah atau konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan bahwa virus Nipah tergolong penyakit serius meski jarang terjadi. “Infeksi virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang dapat ditularkan ke manusia melalui hewan yang terinfeksi atau makanan dan minuman yang terkontaminasi, serta dapat menyebar antar manusia melalui kontak dekat,” demikian keterangan WHO yaong dikutip dari laman resmi who.int.

WHO menjelaskan, gejala awal infeksi virus Nipah umumnya berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, dan batuk. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga peradangan otak atau ensefalitis. “Virus Nipah dapat menyebabkan penyakit berat dan kematian, sehingga deteksi dini dan pencegahan menjadi sangat penting,” tulis WHO dalam keterangan resminya.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus Nipah. Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi buah atau nira langsung dari pohon yang berpotensi terkontaminasi oleh kelelawar. “Buang buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar, cuci dan kupas buah sebelum dikonsumsi, serta rebus nira atau jus untuk mengurangi risiko penularan virus Nipah,” demikian imbauan Kemenkes yang dikutip dari laman resmi kemenkes.go.id.

Kementerian Kesehatan juga menegaskan bahwa hingga kini belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk virus Nipah, sehingga upaya pencegahan menjadi langkah utama. Pencegahan tersebut meliputi menjaga kebersihan diri, menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan penyakit, serta memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam kondisi aman.

Kasus Nipah yang dilaporkan di India masih dalam pemantauan otoritas kesehatan setempat, dan seluruh kontak yang diperiksa dilaporkan belum menunjukkan gejala lanjutan. Melalui pemahaman yang tepat mengenai gejala dan cara pencegahan, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada serta berperan aktif dalam melindungi diri dan lingkungan dari risiko penularan virus Nipah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....