Pemkot Surabaya-IDI Petakan Kesehatan Warga Tingkat RW

  • 29 Jan 2026 06:34 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menjalin nota kesepahaman dengan Ikatan Dokter Indonesia Cabang Surabaya. Kerja sama ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat berbasis data dan sains.

Penandatanganan MoU dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua IDI Cabang Surabaya dr. Muhammad Shoifi. Acara berlangsung di ruang kerja Wali Kota Surabaya, Rabu, 28 Januari 2026.

Kerja sama mencakup penguatan layanan kesehatan anak, remaja, dan perempuan. Termasuk kesehatan reproduksi, penyakit tidak menular, TBC, dan kanker.

Wali Kota Eri mengatakan kolaborasi ini memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan. Pendekatan dilakukan berbasis data dan sains dari tingkat RW.

“Kami menandatangani nota kesepahaman dengan Ikatan Dokter Indonesia,” kata Wali Kota Eri.

Ia menyebut pemetaan kesehatan warga dimulai dari tingkat RW. Menurutnya, setiap RW akan dipetakan kondisi kesehatannya secara detail. Pemetaan mencakup stunting, ibu risiko tinggi, dan penyakit warga.

Dari pemetaan tersebut akan terbentuk klaster-klaster kesehatan di setiap RW. Klaster menggambarkan persoalan kesehatan utama yang dihadapi warga. “Melalui kajian IDI, kita bisa mengetahui Surabaya darurat kesehatan di sektor apa,” jelasnya. Hasilnya menjadi dasar penyusunan langkah penanganan.

Keberhasilan program diukur dari penurunan kunjungan rumah sakit akibat penyakit yang bisa dicegah. Kunjungan rutin untuk pemeriksaan justru mencerminkan masyarakat sehat. “Daerah yang baik bukan daerah dengan kunjungan rumah sakit tinggi karena sakit,” katanya tegas.

Menurutnya, pencegahan harus menjadi indikator utama keberhasilan. Wali Kota Eri mengapresiasi IDI atas gagasan dan dukungan kolaborasi ini. Ia menilai Pemkot tidak bisa bekerja sendiri meningkatkan derajat kesehatan warga.

Pemkot dan IDI akan menyusun timeline program lanjutan dalam pertemuan berikutnya. Pembahasan termasuk pemenuhan tenaga dokter di puskesmas dan pustu. “Selama ini pustu hanya diisi bidan dan perawat,” ucapnya.

Ia berharap kebutuhan dokter di pustu dapat terpenuhi. Pemetaan kesehatan RW juga memengaruhi perencanaan anggaran kesehatan. Anggaran disesuaikan kebutuhan riil setiap RW dan disinergikan tingkat kota.

Ketua IDI Cabang Surabaya dr. Muhammad Shoifi menyambut baik kerja sama ini. Ia menyebut IDI siap mengerahkan 7.600 anggota berbasis data dan sains.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....