Epidemiologic Soroti Pemkot Surabaya Terbitkan Edaran Waspada Superflu
- 27 Jan 2026 21:29 WIB
- Surabaya
Surabaya – Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya yang mengeluarkan surat edaran kewaspadaan menyikapi potensi penularan superflu.
Menurut Windhu, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif yang tepat meski jumlah kasus saat ini belum tergolong besar.
“Kewaspadaan penting meski kasus belum besar dan diharapkan tidak meningkat. Kasus superflu di Jawa Timur tercatat paling banyak dibanding daerah lain,” kata Windhu, Selasa 27 Januari 2026.
Ia menegaskan, surat edaran tersebut perlu disikapi secara positif oleh masyarakat. Langkah itu dinilai sebagai bentuk kewaspadaan, bukan kepanikan.
“Saya belum membaca detail surat edaran Wali Kota Surabaya. Namun prinsipnya ini bentuk kewaspadaan, bukan kekhawatiran,” ujarnya.
Windhu menjelaskan, virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K memiliki tingkat penularan lebih cepat dibandingkan influenza musiman. Karena itu, upaya pencegahan sejak dini dinilai penting.
“Langkah pemerintah sudah tepat untuk mencegah kepanikan masyarakat. Ini kewaspadaan, bukan ketakutan atau kepanikan berlebihan,” katanya.
Gejala superflu umumnya menyerupai flu biasa, seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....