Monday Blues Bukan Sekadar Rasa Malas
- 04 Jan 2026 20:18 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Banyak orang merasa berat memulai aktivitas saat hari Senin tiba. Perasaan lesu, cemas, hingga kehilangan motivasi yang kerap disebut Monday blues ternyata bukan sekadar sugesti psikologis, melainkan memiliki dasar ilmiah.
Penelitian yang dimuat dalam Journal of Affective Disorders mengungkapkan bahwa kecemasan yang muncul pada hari Senin berkaitan dengan respons biologis tubuh terhadap stres. Transisi dari akhir pekan ke awal minggu kerja memicu peningkatan hormon stres kortisol, yang berdampak pada kesehatan mental dan fisik.
Salah satu peneliti utama, Profesor Tarani Chandola, menjelaskan bahwa fenomena ini bersifat lebih dalam daripada sekadar perasaan malas. “Monday blues bukan sekadar perasaan malas kembali bekerja. Bagi sebagian orang, transisi dari akhir pekan ke minggu kerja memicu kaskade biologis yang tertanam dalam fisiologi stres kita, bahkan setelah masa pensiun,” ujar Chandola, seperti dilansir laman kesehatan Diabetes.co.uk.
Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan psikologis di awal pekan dapat berdampak jangka panjang jika tidak dikelola dengan baik. Faktor lingkungan kerja, beban tugas, hingga pola istirahat yang terganggu disebut turut memperkuat efek Monday blues.
Para ahli menyarankan langkah sederhana untuk mengurangi dampaknya, seperti merencanakan pekerjaan sejak akhir pekan, menjaga kualitas tidur, serta menyisihkan waktu jeda sebelum kembali ke rutinitas kerja. Dengan pengelolaan stres yang tepat, hari Senin tidak lagi harus identik dengan rasa tertekan, melainkan bisa menjadi awal yang lebih seimbang untuk menjalani pekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....