Waspada Penyakit Lambung, Kenali Gejala dan Faktor Penyebabnya

  • 30 Sep 2025 06:28 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Lambung merupakan salah satu organ penting dalam sistem pencernaan manusia. Perannya tidak hanya untuk mencerna makanan, tetapi juga menyerap sari-sari makanan yang dibutuhkan tubuh. Namun, ketika produksi asam lambung berlebihan, organ ini justru bisa menjadi sumber masalah kesehatan.

Dokter Muda Yovita Alviana menyebutkan, terdapat sejumlah penyakit yang dapat menyerang lambung. Ia menekankan bahwa penyakit tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu kualitas hidup penderita.

“Gangguan lambung yang sering ditemui antara lain Dyspepsia Syndrome, Gastritis, GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), Infeksi Lambung, hingga Kanker Lambung,” ujarnya saat dihubungi Pro4 RRI Surabaya, Senin (29/09/2025).

Gejala yang muncul biasanya meliputi rasa tidak nyaman atau nyeri di ulu hati, perut kembung, cepat merasa kenyang, hingga sering sendawa. Selain itu, penderita juga bisa mengalami mual, muntah, heartburn atau sensasi terbakar di dada, bahkan rasa pahit atau asam di mulut. “Jika gejala ini berulang, sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis,” tambah Yovita.

Penyebab penyakit lambung sangat beragam. Faktor yang paling sering adalah pola makan tidak sehat seperti konsumsi makanan pedas dan asam, kebiasaan terlambat makan, serta pola tidur yang tidak teratur. “Stres maupun riwayat penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa memperburuk kondisi lambung,” jelasnya.

Menurut Yovita, mengenali gejala sejak dini sangat penting agar penderita segera mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan medis lebih lanjut diperlukan untuk memastikan diagnosis, terutama bila gejala berlangsung terus-menerus atau semakin parah.

Untuk mencegah gangguan lambung, ia menyarankan masyarakat menjaga pola hidup sehat. “Biasakan makan teratur, hindari makanan pemicu, istirahat cukup, dan kelola stres dengan baik. Dengan langkah sederhana ini, kita bisa menjaga kesehatan lambung dan mengurangi risiko penyakit berbahaya,” kata Yovita mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....