Bahaya Konsumsi Beras Ketan Bagi Penderita Maag

  • 29 Sep 2025 01:59 WIB
  •  Surabaya

KBRN,Surabaya: Beras ketan, dengan teksturnya yang lengket dan rasa gurihnya, telah lama menjadi primadona dalam dunia kuliner tradisional Indonesia. Ia menjadi bahan dasar berbagai jajanan pasar favorit seperti onde-onde, klepon, serabi, dan lemper. Tak hanya itu, beras ketan juga hadir dalam hidangan hangat seperti bubur ketan hitam, serta menjadi pelengkap istimewa saat Lebaran melalui uli/jadah dan lemang. Bahkan, ia turut berperan dalam menciptakan cita rasa unik pada olahan fermentasi seperti tape ketan dan brem.

‎‎Namun, di balik kelezatannya, beras ketan menyimpan potensi masalah bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung atau maag. Kandungan pati amilopektin yang tinggi dan sifatnya yang lengket dapat memicu gangguan pencernaan seperti kembung, gas, hingga sembelit. "Bagi sebagian orang yang memiliki riwayat gangguan lambung atau maag, mengonsumsi beras ketan justru dapat menimbulkan masalah pencernaan seperti kembung, gas, atau sembelit karena kandungan pati amilopektin yang tinggi dan bersifat lengket," ujar dr. Hernadi, dari Faskes BPJS di Surabaya, saat dihubungi oleh Pro1 pada Sabtu (27/09).

‎Menurut dr. Hernadi, beras ketan, dapat memicu hilangnya lapisan lendir pelindung dinding lambung. "Beras ketan atau glutinous rice memiliki kandungan pati yang tinggi, yang memicu hilangnya lapisan lendir pelindung dinding lambung," jelasnya. Hilangnya lapisan pelindung ini membuat lambung menjadi lebih rentan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh asam lambung dan enzim pepsin.

‎‎Lebih lanjut, dr. Hernadi memaparkan bahwa pati yang dilepaskan saat beras ketan dimasak berpotensi mengikis lapisan lambung karena kemampuannya mengikat lendir pelindung. "Beras ketan yang dimasak dapat melepaskan pati yang berpotensi mengikis lapisan lambung, karena pati dapat mengikat lendir pelindung lambung," terangnya. Jika lapisan lambung tidak lagi terlindungi, peradangan atau inflamasi dapat terjadi akibat paparan asam lambung, enzim pencernaan, dan makanan.

‎Peradangan yang berlangsung lama ini dapat berkembang menjadi luka yang dikenal sebagai tukak lambung, yang tentu saja akan memperparah kondisi penderita maag. "Jika lapisan lambung tidak memiliki pelindung, maka akan terjadi inflamasi atau peradangan akibat asam lambung, enzim pencernaan, dan makanan. Peradangan berkepanjangan dapat membentuk luka yang disebut tukak pada lambung, yang dapat memperparah kondisi seseorang," ungkap dr. Hernadi.

‎Meskipun demikian, dr. Hernadi memberikan catatan penting bahwa tidak semua orang yang mengonsumsi olahan beras ketan akan mengalami tukak lambung. Risiko tersebut menjadi lebih besar bagi individu yang sebelumnya telah memiliki riwayat maag. "Namun, tidak semua orang yang makan olahan beras ketan akan terkena tukak lambung. Risiko lebih besar jika sebelumnya pernah mengalami maag," pungkasnya, memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kerentanan individu terhadap dampak konsumsi beras ketan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....