Bahaya di Balik Kesegaran Sari Tebu Pinggir Jalan
- 24 Jun 2025 01:47 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Minuman sari tebu segar yang digiling langsung di tempat memang menggoda, namun menyimpan risiko kesehatan jika tidak dikonsumsi dengan bijak. Ahli herbal asal Surabaya, Victor Chen, mengingatkan bahwa sari tebu sangat rentan basi hanya dalam waktu singkat.
“Sari tebu segar memang nikmat diminum langsung setelah digiling, tapi rentan basi dalam waktu ±15 menit, apalagi tanpa pendingin atau perlakuan higienis,” jelas Victor, Senin (23/6/2025).
Menurutnya, kandungan gula alami dan enzim dalam sari tebu menjadikannya media subur bagi bakteri. Begitu digiling, sari tebu langsung mengalami fermentasi jika tak segera dikonsumsi atau disimpan dalam suhu dingin.
“Sari tebu hanya bertahan 15 menit karena kandungan sukrosa, glukosa, dan fruktosa sangat mudah terfermentasi,” terangnya.
Ia juga menyoroti proses oksidasi sebagai penyebab perubahan warna dan penurunan kualitas minuman.
“Sari tebu bereaksi dengan oksigen di udara, warnanya cepat berubah dari hijau muda jadi kecokelatan,” ungkap Victor.
Selain itu, kontaminasi dari alat, udara, atau tangan penjual juga mempercepat pembusukan.
Victor menyarankan masyarakat lebih cermat saat membeli sari tebu di pinggir jalan.
“Perhatikan warna, aroma, dan rasa. Jika berubah jadi cokelat kusam, berbau asam, berbuih, atau terasa pahit, sebaiknya jangan dikonsumsi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kebersihan dan kecepatan konsumsi untuk menghindari risiko kesehatan dari minuman yang tampak segar, namun cepat rusak tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....