Waspada Penyakit Pneumonia, Kenali dan Atasi Sejak Dini
- 30 Mar 2025 02:27 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Penyakit pneumonia saat ini telah menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup serius di tengah masyarakat. Penyakit ini bisa dialami oleh semua lapisan usia, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Dengan meningkatnya kasus pneumonia di berbagai daerah, penting untuk memahami penyebabnya dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk menangani penyakit ini. Dr. Wisnu Pratama, seorang dokter di Klinik BPJS Kesehatan Surabaya, menjelaskan bahwa pneumonia adalah infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk virus, bakteri, dan jamur.
"Pneumonia sering kali dipicu oleh infeksi saluran pernapasan atas yang tidak diobati dengan baik. Selain itu, faktor risiko lainnya seperti kurun usia, kondisi imun yang lemah, serta merokok juga bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi pneumonia," kata dr. Wisnu.
Pneumonia dapat menimbulkan gejala yang beragam, mulai dari batuk, demam, nyeri dada, hingga kesulitan bernapas. Dr. Wisnu menekankan pentingnya pengenalan gejala awal dan segera mencari pertolongan medis. “Jika mengalami gejala yang mencurigakan, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi, sangat penting untuk tidak menunda pengobatan karena pneumonia bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa,” ujarnya.
Untuk mengatasi pneumonia, dr. Wisnu merekomendasikan beberapa langkah pencegahan. "Vaksinasi adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah pneumonia, terutama vaksin pneumokokus dan vaksin influenza. Selain itu, menjaga pola hidup sehat, termasuk mengonsumsi nutrisi yang seimbang, cukup tidur, dan rutin berolahraga juga dapat memperkuat sistem imun," katanya.
Keberadaan layanan kesehatan yang mudah diakses, seperti klinik BPJS Kesehatan, juga berperan penting dalam mendeteksi dan mengobati pneumonia lebih awal. "Kami memiliki layanan pemeriksaan dan pengobatan yang dapat diakses oleh masyarakat. Edukasi mengenai kesehatan pernapasan juga kami usahakan melalui penyuluhan di komunitas agar masyarakat lebih sadar akan risiko dan pencegahan pneumonia,” ucap dr. Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....