Mengenal Teknik Pengobatan Tiongkok Kuno Melalui Bekam
- 31 Des 2024 06:02 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Bekam, terapi pengobatan tradisional Tiongkok (TTK) yang telah berusia ribuan tahun, kembali menarik perhatian dunia kesehatan modern. Teknik ini, melibatkan penciptaan tekanan negatif pada kulit untuk merangsang titik-titik akupunktur, dipercaya mampu meredakan berbagai macam keluhan kesehatan.
Sinshe Hari, seorang praktisi TTK berpengalaman, memberikan wawasan mendalam mengenai dua teknik utama bekam: bekam kering dan bekam basah.
Bekam Kering: Mengoptimalkan Aliran Energi Qi
Bekam kering, metode yang lebih umum dikenal, melibatkan penempatan cangkir kaca atau bambu yang telah di vakumkan pada permukaan kulit. Proses vakumisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pemanasan udara di dalam cangkir hingga penggunaan pompa khusus.
"Tekanan negatif yang dihasilkan akan menarik jaringan lunak ke atas, meningkatkan aliran darah lokal, dan merangsang titik-titik akupunktur. Hal ini membantu melancarkan aliran energi Qi dan darah, sehingga dapat meredakan nyeri, mengurangi peradangan, dan meningkatkan sirkulasi," katanya.
Efek terapi bekam kering, menurut Sinshe Hari, sangat bervariasi tergantung pada lokasi penempatan cangkir dan durasi perawatan. Penempatan cangkir di titik-titik akupunktur spesifik dipercaya mampu mengatasi masalah kesehatan tertentu.
Misalnya, penempatan cangkir di area punggung bawah dapat meredakan nyeri punggung, sementara penempatan di area leher dapat membantu meredakan sakit kepala tegang. Durasi perawatan biasanya berkisar antara 10 hingga 15 menit, dan jumlah cangkir yang digunakan juga disesuaikan dengan kondisi pasien.
Sinshe Hari menekankan pentingnya pemilihan titik akupunktur yang tepat. "Pemahaman mendalam tentang anatomi dan fisiologi tubuh, serta pengetahuan tentang meridian dan titik-titik akupunktur, sangat krusial dalam melakukan bekam kering yang efektif dan aman," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa bekam kering umumnya aman untuk berbagai usia dan kondisi kesehatan, namun konsultasi dengan praktisi yang berpengalaman sangat disarankan, terutama bagi penderita penyakit kronis atau kondisi kesehatan tertentu seperti kehamilan.
Bekam Basah: Mengeluarkan Racun dan Toxin dari Tubuh
Bekam basah, teknik yang lebih kompleks, melibatkan insisi kecil pada kulit sebelum cangkir divakumkan. Proses ini menyebabkan keluarnya sedikit darah dari insisi tersebut.
Sinshe Hari menjelaskan, bahwa darah yang dikeluarkan bukan sekadar darah kotor, melainkan darah yang mengandung toksin dan patogen yang dapat mengganggu keseimbangan tubuh. "Dengan mengeluarkan darah ini, kita membantu tubuh membersihkan dirinya sendiri dan mempercepat proses penyembuhan," ujarnya.
Namun, Sinshe Hari juga menekankan pentingnya sterilisasi yang ketat dalam melakukan bekam basah untuk mencegah infeksi. "Prosedur bekam basah harus dilakukan oleh praktisi yang terlatih dan berpengalaman, dengan menggunakan alat-alat steril dan teknik aseptik yang benar," ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa bekam basah tidak dianjurkan untuk semua orang, dan konsultasi dengan praktisi merupakan keharusan sebelum menjalani prosedur ini. Kondisi kesehatan pasien, seperti gangguan pembekuan darah, akan menjadi pertimbangan utama.
Pemilihan lokasi insisi dalam bekam basah juga sangat penting. Sinshe Hari menjelaskan bahwa lokasi insisi ditentukan berdasarkan diagnosis dan kondisi pasien.
"Lokasi insisi harus tepat agar dapat mengeluarkan toksin dan patogen yang bersarang di area yang tepat," katanya.
Setelah prosedur selesai, area yang dibekam akan dibersihkan dan diberi salep untuk mempercepat proses penyembuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....