Tomcat Serangga Berbahaya atau Sahabat Petani?

  • 14 Nov 2024 07:25 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Serangga Tomcat kembali menjadi topik hangat di kalangan masyarakat setelah viral akibat dampak negatif yang ditimbulkan, seperti rasa gatal dan panas pada kulit. Namun, di balik reputasi buruknya, Tomcat memiliki potensi besar sebagai predator alami hama pertanian, terutama wereng yang kerap mengancam hasil panen petani.

Dr. Hidayat, ahli pertanian dari Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (ORPP-BRIN), menjelaskan bahwa masalah yang muncul bukan disebabkan oleh gigitan Tomcat, melainkan oleh cairan yang dikeluarkan oleh serangga ini sebagai mekanisme pertahanan diri.

"Cairan ini dapat menyebabkan iritasi jika terkena kulit, jadi masyarakat sebaiknya tidak menginjak atau menggeprek Tomcat," imbaunya.

Di lahan pertanian, keberadaan Tomcat memang sering menimbulkan kekhawatiran, tetapi peranannya sebagai predator hama sangat penting. "Tomcat memangsa wereng dan serangga pengganggu lainnya yang merusak tanaman padi. Dengan demikian, mereka dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang berbahaya bagi lingkungan," tambah Dr. Hidayat, yang juga mengajar di Fakultas Pertanian di salah satu perguruan tinggi di Surabaya.

Dalam upaya menuju pertanian berkelanjutan, Tomcat seharusnya dimanfaatkan sebagai bagian dari pengendalian hama terpadu. Petani disarankan untuk lebih mengenali peran Tomcat dalam ekosistem pertanian agar dapat mengelola hama dengan bijak.

"Edukasi tentang perbedaan antara dampak negatif dan manfaat positif dari serangga ini sangat penting. Dengan pemahaman yang tepat, ketakutan yang berlebihan dapat diminimalisir," tutupnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....