Peringatan Gempa Megathrust Harus Ada Penjelasan Lebih Lanjut
- 23 Agt 2024 05:52 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya : Peringatan Gempa Megathrust dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pasca gempa dahsyat berkekuatan 7,1 skala richter (SR) menimpa Pulau Kyushu, Jepang, pekan lalu. Gempa di Jepang disinyalir akan membuka gempa dahsyat selanjutnya, dan berdampak pada wilayah Indonesia.
Peringatan tersebut menimbulkan rasa kekhawatiran masyarakat Indonesia. Terutama gempa megathrust dapat memicu gelombang tsunami yang besar. Pakar Manajemen dan Mitigasi Bencana, Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Hijrah Saputra ST MSc, mengatakan, apabila peringatan BMKG terkait megathrust itu dibiarkan serta tidak ada penjelasan lebih lanjut akan berdampak besar bagi masyarakat yang memiliki literasi tidak baik terkait tentang potensi risiko gempa megathrust tersebut.
Gempa bumi megathrust merupakan gempa bumi yang disebabkan oleh pertemuan antar lempeng tektonik bumi pada zona subduksi.
“Ada beberapa wilayah di Indonesia yang perlu diwaspadai, seperti zona megathrust yang ada di Selat Sunda atau di Mentawai Siberut. Zona tersebut memiliki wilayah seismic gap artinya kekosongan aktivitas seismik yang cukup lama,” jelas Hijrah.
“Indonesia memiliki rekam jejak gempa bumi maupun tsunami yang terjadi beberapa tahun silam, seperti tsunami Aceh tahun 2004, gempa Jogja 2006, Gempa Pangandaran 2006, Gempa Lombok dan gempa Palu 2018," sambungnya.
“Menghadapi gempa besar terjadi, masyarakat harus tahu untuk lari dan menyelamatkan diri ke tempat yang aman. Terutama, masyarakat yang tinggal di pesisir akan memiliki risiko besar saat gempa bumi berlangsung,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....