Belajar Tajwid Anti Bosan dengan Card game
- 20 Jul 2024 10:18 WIB
- Surabaya
KBRN,Surabaya; Ada pepatah mengatakan belajar tidak mengenal waktu artinya kapanpun kita kan belajar, sampai kapanpun kita akan belajar, belajar apapun formal atau nonformal. Karena belajar tidak mengenal batasan waktu maka dari anak-anak kitapun sudah belajar, nah yang kerap menjadi persoalan adalah datangnya tahap bosan dalam proses belajar, tidak terkecuali anak-anak. Dalam proses belajar anak-anak pun selalu dicari formula agar anak-anak rajin dalam belajar, tak menutup kemungkinan memasukkan unsure unsure fun dalam belajar. Seperti yang dilakukaan oleh Muhamad Ikhwan Amrulloh, mahasiswa program studi (prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya) yang menciptakan permainan card game untuk belajar tajwid.
Permainan kartu (card game) adalah salah satu permainan yang familiar di telinga masyaraka tumum. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa pasti pernah memainkan atau mengetahui permainan kartu dengan jenisnya yang beragam. Permainan kartu ini pun diimprovisasi menjadi sebuah media edukasi tentang ilmu tajwid. Card game ini ditujukan untuk anak-anak berusia 7 – 12 tahun sebagai media edukasi interaktif belajar tajwid. Penamaan ‘TandaElok’ memberikan gambaran seorang muslim yang membaca Al-Qur’an dengan benar dan sesuai kaidah.
Agar anak-anak tidak mudah bosan saat belajar, maka Ikhwan menggunakan card game sebagai media edukasi tajwid. Card game dapat menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik dan efektif karena terdapat interaktifitas saat bermain didukung dengan visual. Card game jika digunakan dalam pembelajaran lebih menyenangkan untuk anak-anak dan efektif dalam merangsang indra mereka jelas Ikhwan.
Konsep permainan card game ini mengambil referensi permainan ‘Kata Emak’. Pemain harus membuka kartu yang tersusun sambil mengucapkan urutan daftar kartu tajwid yang tepat, lalu menepuk kartunya. Pemain yang paling responsive dan menepuk kartu saat kartu tajwid dan kartu hijaiyah sesuai, diperbolehkan untuk mengambil kartu tersebut (yang sudah ditepuk). Pemain dengan kartu hijaiyah terbanyak akan dinobatkan sebagai pemenangnya, jelas Ikhwan.
Tidak hanya sekedar card game, namun Ikhwan juga memberikan fitur teknologi augmented reality (AR) untuk menambah interaktivitas anak-anak. AR ini terdapat pada cover box packaging yang berisi tips bermain secara detail. Untuk mempermudah pemahaman cara bermain, juga ditambahkan dubbing audio dan backsound untuk menegaskan yang divisualkan di AR tersebut.
Ikhwan menggunakan teknik ilustrasi digital painting dengan stylechibi untuk membuat karakter-karakter yang menarik anak kecil untuk bermain. Terdapat 70 kartu hijaiyah, lima kartu daftar tajwid, 10 kartu spesial, satu lembar petunjuk permainan, dan satu lembar informasi di dalam cover box packaging. Selain itu, juga ada media pendukung card game, seperti gantungan kunci, sticker, danx-banner.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....