Untag Surabaya Launching Desa Wisata Situs Peninggalan Raja Airlangga

  • 18 Okt 2022 16:59 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus berupaya dalam akselerasi dan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya di bidang Pengabdian. Melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Untag Surabaya berhasil meraih Hibah Matching Fund Kemendikbud Ristekdikti Tahun 2022.

Hal ini ditandai dengan launching Desa Wisata Religi Pucangan di Desa Cupak, Kab. Jombang yang diresmikan langsung oleh Rektor Untag Surabaya – Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. dengan prosesi pengguntingan pita pada pembukaan kirab budaya dan pusaka, Minggu (9/10/2022).

Meski merupakan desa terpencil di Kecamatan Ngusikan, namun Desa Cupak memiliki wisata religi berbasis alam di atas perbukitan yang asri, indah dan mempesona. Menelisik dari sejarah, Bukit Pucangan merupakan petilasan prasasti peninggalan pemerintahan Prabu Airlangga yang kini berada di India, yakni Prasasti Batu Pucangan.

Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kabupaten Jombang - Inggit menjelaskan bahwa Desa Cupak memiliki situs-situs bersejarah sebelum lahirnya Majapahit. “Desa Cupak ini memiliki potensi wisata yang begitu besar, karena terdapat situs-situs bersejarah, salah satunya makam Dewi Kilisuci yang menurut sejarah merupakan Putri Mahkota Prabu Airlangga Kerajaan Kahuripan tetapi memilih untuk menjadi pertapa karena menderita penyakit kedhi alias tidak pernah menstruasi sehingga kemudian dianggap wanita suci pepunden tanah jawi,” jelasnya saat diwawancara.

Inggit menuturkan kirab tersebut merupakan kearifan budaya lokal setempat dan menjadi uri-uri adat istiadat yang dilaksanakan setiap tahun serta masih dilestarikan hingga sekarang. “Dalam sistem kepercayaan dan adat istiadat Desa Cupak bahwa setiap tahunnya bertepatan dengan waktu penggantian lawon atau kain penutup batu makam Dewi Kilisuci dilakukan pula kirab pusaka berupa tiga tombak, satu trisula dan tujuh sumber air yang diarak mengelilingi desa supaya desa tersebut aman dan tentram,” terang Inggit.

Inggit menambahkan, dalam upaya pelestarian budaya tersebut dilakukan akulturasi budaya dalam kesenian sehingga bisa menjadi daya tarik masyarakat untuk ikut memeriahkan Uri-uri Adat Istiadat tersebut. “Untuk menarik minat masyarakat dalam melestarikan budaya kirab pusaka, kami mengemasnya dalam kesenian. Tahun ini kami mengemas dalam Seni Drama, Tari, dan Musik yang menceritakan Dewi Kilisuci,” tambahnya.

Ketua Matching Fund FEB Untag Surabaya – Prof. Dr. Tri Ratnawati, SE., MS., Ak., CA.,CPA sangat tertarik dengan potensi yang dimiliki Desa Cupak dan telah membentuk tim yang berisikan tujuh PIC/devisi. Pihaknya juga telah mendokumentasikan kearifan budaya lokal tersebut sebagai salah satu media promosi potensi Wisata Desa Cupak kepada masyarakat.

“Kami telah mengambil video attraction pada prosesi kirab kemarin melalui divisi seni yang dikoordinatori oleh I.G.N. Andhika Mahendra, S.E., M.M., Selain itu rencananya kedepan tim kami akan membuatkan buku yang mengupas sejarah Dewi Kilisuci putri dari Prabu Airlangga dan sendang-sendang yang ada di Desa Cupak,” ujar Kepala Prodi Doktor Ilmu Ekonomi Untag Surabaya ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....