Wakil Rektor UC Minta AI Dimanfaatkan Secara Bertanggung Jawab
- 07 Okt 2026 04:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Wakil Rektor Universitas Ciputra Surabaya Prof. Dr. Trianggoro Wiradinata meminta masyarakat memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab. Menurutnya, AI memiliki manfaat besar, tetapi juga dapat menimbulkan dampak jika digunakan tanpa pemahaman yang tepat.
Vice Rector for Student Affairs, Employability, and Industry Collaboration Universitas Ciputra Surabaya itu menilai AI menjadi teknologi yang berkembang pesat. Dampaknya diperkirakan menyentuh sektor bisnis, ekonomi, hingga berbagai aspek kehidupan manusia.
Trianggoro mengibaratkan AI sebagai pisau bermata dua. Teknologi tersebut dapat memberikan manfaat besar jika dipelajari dan digunakan dengan cara yang tepat.
“AI ini seperti pisau bermata dua, bisa berguna. Tetapi kalau tidak mempelajari cara menggunakannya bisa melukai kita,” ujarnya, Selasa, 6 Oktober 2026.
Ia menilai Indonesia perlu mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi perkembangan AI secara mandiri. Hal tersebut penting karena Indonesia memiliki populasi besar dan potensi ekonomi kuat menuju Indonesia Emas 2045.
Trianggoro mengingatkan ketidaksiapan sumber daya manusia dapat membuat Indonesia hanya menjadi konsumen teknologi AI. Kondisi tersebut membuat Indonesia berisiko bergantung pada teknologi yang dikembangkan negara lain.
“Kita hanya akan menjadi konsumen AI. Kita tidak bisa bikin sendiri,” katanya.
Karena itu, Trianggoro mendorong masyarakat dan generasi muda tidak hanya menggunakan AI. Mereka juga perlu mempelajari proses pengembangan teknologi tersebut.
Ia menekankan pengembangan AI harus dilakukan secara bertanggung jawab melalui penerapan prinsip responsible AI. Prinsip tersebut diperlukan agar perkembangan teknologi tidak justru menimbulkan persoalan baru.
“Jangan sampai kita menciptakan monster yang nantinya akan membuat kita jadi susah sendiri,” ujarnya. Menurutnya, penggunaan data menjadi bagian penting dalam menciptakan AI yang bertanggung jawab dan tepat guna.
Data yang digunakan harus berasal dari sumber yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. “Harus dipelajari dengan namanya responsible AI, menciptakan AI secara bertanggung jawab dan dengan cara yang benar,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....