Petranesian Angkat Jajanan Pasar lewat Karakter Gen Z
- 04 Okt 2026 19:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Veronica Singajaya mengadaptasi strategi promosi budaya berbasis Intellectual Property (IP) untuk mengenalkan jajanan pasar. Petranesian Alumni DKV angkatan 2022 UK Petra itu terinspirasi pengalaman student exchange di Dongseo University, Korea Selatan.
Veronica merupakan satu-satunya penerima beasiswa Global Korea Scholarship (GKS) dari Indonesia di angkatannya. Ia kemudian menghadirkan karakter Jelita sebagai representasi Gen Z dalam kampanye media sosial.
“Karakter Jelita jadi representasi Gen Z di fase emerging adulthood,” ujar Veronica, Minggu, 4 Oktober 2026. Kampanye Instagram itu menghadirkan komik pendek dan animasi singkat dengan cerita kehidupan sehari-hari.
Setiap cerita Jelita kemudian dikaitkan dengan karakteristik jajanan pasar yang diperkenalkan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat anak muda lebih mengenal dan bangga terhadap kuliner Nusantara.
Veronica juga menyiapkan berbagai media pendukung, seperti keychain, sticker set, dan postcards. Karya tersebut sekaligus menjadi tugas akhirnya sebagai mahasiswa DKV UK Petra.
Ia mengaitkan jajanan pasar dengan pengalaman yang dekat dengan kehidupan Gen Z. Pengalaman tersebut meliputi pencarian jati diri, tekanan sosial, pekerjaan, istirahat, dan proses bertumbuh.
“Setiap jajanan memiliki cerita dan makna yang berbeda,” kata Veronica. Menurutnya, pendekatan tersebut membuat jajanan pasar terasa lebih dekat dengan kehidupan audiens.
Jajanan yang diperkenalkan meliputi kue lapis, onde-onde, leker, putu, klepon, dan carabikang. Masing-masing jajanan dihubungkan dengan cerita dan pengalaman yang relevan bagi Gen Z.
Karya Veronica juga tampil dalam Projection Mapping Showcase Jakarta Future Festival 2026. Acara tersebut menghadirkan karya mahasiswa DKV terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.
“Melalui keikutsertaan dalam pameran tersebut, karya ini tidak hanya hadir sebagai konten media sosial,” ujarnya. Karya itu juga diperkenalkan dalam konteks ekosistem kreatif yang lebih luas.
Veronica mengaku senang menggabungkan unsur fantasi dengan elemen budaya Indonesia dalam karyanya. Ia ingin mengemas budaya tersebut melalui visual yang lebih imajinatif dan personal.
Veronica bercita-cita menjadi visual communication designer dengan karya yang memiliki nilai edukatif. “Aku ingin karyaku bisa menjadi media edukatif, terutama dalam illustration, storytelling, dan character/IP development,” ujarnya.
Cita-cita tersebut diwujudkan melalui tugas akhir yang memadukan visual storytelling dan metafora visual. Karakter Jelita menjadi IP yang membantu Gen Z memaknai jajanan pasar secara lebih dekat.
Jajanan pasar tidak lagi ditampilkan sebagai kuliner tradisional yang asing bagi generasi muda. Kuliner tersebut dihadirkan sebagai bagian dari cerita yang merefleksikan kehidupan mereka.
Karya Veronica mencerminkan sosok impactful graduate khas UK Petra. Lulusan kreatif tersebut dinilai peka terhadap isu sosial-budaya dan mampu menghadirkan solusi berdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....