Mahasiswa Untag Surabaya Terapkan Ilmu Akuntansi di Hotel Thailand

  • 02 Okt 2026 12:46 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Bukan sekadar belajar teori di ruang kuliah. Mahasiswa Akuntansi Untag Surabaya, Jeasson Oktavianus Gatur, merasakan langsung bagaimana ilmu akuntansi digunakan dalam operasional hotel bintang lima di Thailand.

Mahasiswa semester 5 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untag Surabaya itu menjadi F&B Cost Management Trainee di Santiburi Koh Samui Resort, Thailand. Jeasson menjalani program magang selama enam bulan, April-September 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama Untag Surabaya dengan Walailak University, Thailand. Di resort tersebut, Jeasson ditempatkan di outlet The Beach House.

Pekerjaannya tidak hanya berkaitan dengan pelayanan tamu, tetapi juga menyentuh pengelolaan transaksi dan pengendalian keuangan. Ia menangani transaksi kasir, melakukan posting room charge ke folio tamu menggunakan sistem Infrasys POS, memantau potensi unpaid bill, hingga membuat daily closing report untuk Accounting Department dan Front Office.

Pengalaman itu membuat teori yang selama ini dipelajari di kampus menjadi pekerjaan nyata. Materi Akuntansi Biaya, Sistem Informasi Akuntansi dan pengendalian internal, misalnya, digunakan untuk memastikan transaksi tercatat dengan benar sekaligus membantu memantau efisiensi operasional.

“Penerapan ilmu Akuntansi di lapangan mengubah teori perkuliahan seperti Akuntansi Biaya, Sistem Informasi Akuntansi, dan Pengendalian Internal menjadi aksi bisnis yang nyata,” kata Jeasson, Kamis, 1 Oktober 2026.

Bekerja di lingkungan resort bintang lima juga membuat Jeasson harus berhadapan dengan ritme kerja yang cepat. Ketelitian menjadi tuntutan, terutama saat peak hours ketika transaksi meningkat dan tamu membutuhkan pelayanan secara bersamaan.

Selain pekerjaan teknis, ia harus beradaptasi dengan lingkungan kerja lintas budaya. Jeasson mempelajari etika lokal Thailand, termasuk penggunaan salam wai. Ia juga menghafalkan sejumlah kosakata dasar bahasa Thai untuk mendukung komunikasi sehari-hari.

Menariknya, kesempatan magang tersebut awalnya diketahui Jeasson secara tidak sengaja melalui unggahan Instagram yang muncul di berandanya. Ia kemudian mengikuti proses seleksi yang diikuti 10 kandidat dari berbagai jurusan. Tahapannya meliputi motivation letter, wawancara dengan Badan Kerja Sama Untag Surabaya, seleksi CV, transkrip nilai dan portofolio, hingga wawancara teknis dengan tim Human Resources dan Department Head Santiburi Koh Samui.

Tahap wawancara HR menjadi salah satu bagian yang paling menantang bagi Jeasson. Pertanyaan yang diberikan tidak hanya menguji pemahaman pekerjaan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis.

Pengurusan dokumen untuk keberangkatan juga menjadi tantangan tersendiri. Jeasson harus menyiapkan paspor, SKCK hingga dokumen imigrasi Thailand dengan teliti.

Selama bekerja, ada satu pengalaman yang paling membekas bagi Jeasson. Ia pernah membantu menyelesaikan persoalan seorang tamu asal Rusia.

Setelah persoalan tersebut selesai, tamu itu memberikan apresiasi berupa pujian dan tip sebesar 300 Baht atau sekitar Rp159 ribu. Pengalaman enam bulan di Thailand kini turut memengaruhi rencana karier Jeasson. Ia mulai mempertimbangkan bidang Cost Control, Purchasing Accountant hingga Financial Analyst, khususnya di industri perhotelan.

“Kesempatan tidak menunggu sampai kita sempurna, melainkan berpihak pada siapa yang siap dan berniat mengambilnya. Kuncinya adalah keberanian untuk mencoba. Jangan batasi kapasitas diri hanya di dalam kelas,” ujarnya.

Pengalaman Jeasson menunjukkan bagaimana program magang internasional dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji ilmu yang diperoleh di kampus dalam lingkungan kerja yang berbeda, sekaligus belajar beradaptasi dengan budaya kerja lintas negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....