Tape Recorder dan Perjalanan Panjang Teknologi Rekaman Suara
- 17 Sep 2026 13:49 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Jauh sebelum audio digital, manusia merekam suara menggunakan teknologi pita magnetik. Salah satu yang mengubah dunia audio adalah tape recorder.
Menurut Computer History Museum, perjalanannya bermula pada akhir abad ke-19, pada 1898, penemu Denmark Valdemar Poulsen menciptakan Telegraphone, perangkat perekam suara menggunakan kawat baja yang dimagnetisasi. Teknologi kawat ini menjadi dasar perekaman magnetik, namun belum praktis dan kualitas suaranya masih terbatas.
Perkembangan penting terjadi pada 1920-an. Insinyur Jerman Fritz Pfleumer mengembangkan pita yang dilapisi partikel magnetik dan mematenkannya pada 1928 sebagai pita kertas berlapis material magnetik.
Gagasan ini menjadi lompatan besar. Dibanding kawat baja, pita lebih ringan dan mudah ditangani. Pfleumer kemudian melisensikan teknologinya ke perusahaan elektronik Jerman, AEG.
AEG bekerja sama dengan BASF mengembangkan material pita yang lebih kuat. AEG juga membuat perangkat perekam dan pemutar pita magnetik yang diberi nama Magnetophon.
Pada 1935, AEG memperkenalkan Magnetophon K1 di Berlin Radio Show. Perangkat ini menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya menggunakan pita magnetik untuk merekam suara.
Kehadirannya mengubah dunia siaran. Suara tak lagi harus disimpan di piringan atau kawat baja, dan pita panjang memungkinkan rekaman diputar ulang, diedit, serta digunakan kembali.
Penyempurnaan terus dilakukan. Pada 1938, AEG meluncurkan Magnetophon K4 yang menurut Computer History Museum menjadi mesin pertama yang sukses secara komersial.
Setelah Perang Dunia II, teknologi Magnetophon dibawa ke Amerika Serikat. Pada 1948, Ampex memperkenalkan Model 200 sebagai mesin rekam komersial penting bagi industri audio.
Dari perangkat besar profesional, teknologi pita berkembang menjadi lebih praktis untuk radio, musik, penyiaran, hingga perekam rumahan. Sebelum kaset, CD, dan audio digital, tape recorder adalah teknologi kunci yang membuat suara dapat direkam, disimpan, dan diputar kembali dengan praktis.
Sejarahnya bukan hasil satu penemuan, melainkan rangkaian inovasi puluhan tahun, dari Poulsen 1898, Pfleumer 1928, hingga penyempurnaan Magnetophon oleh AEG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....