Mahasiswa UK Petra Kemas Pelestarian Batik lewat Desain Interior

  • 16 Sep 2026 20:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra mengemas pelestarian kain tradisional melalui kreativitas desain interior dan seni modern. Lantai 8 Perpustakaan UK Petra disulap menjadi Batik Corner berkonsep budaya Madura Pesisir.

Kepala Perpustakaan UK Petra, Dian Wulandari, S.IIP., menjelaskan Batik Corner melengkapi koleksi khusus yang dikumpulkan bertahap sebelum pandemi. “Koleksi ini tidak hanya berbentuk buku fisik, tetapi juga digital collection yang merekam karya seni mahasiswa,” ujarnya, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Dian, Batik Corner menjadi ruang edukasi sekaligus pusat rujukan tentang batik. Ruang tersebut ditujukan bagi peneliti dan masyarakat yang ingin mengenal batik lebih dalam.

Desain Batik Corner lahir dari kreativitas mahasiswa Program Studi Desain Interior UK Petra. Mereka terlibat melalui mata kuliah Service Learning – Interior Design and Styling for Cultural Space.

Mahasiswa merancang, menata, dan melukis mural berukuran 3,2 x 1,25 meter selama satu bulan. Kegiatan tersebut dilakukan di sela-sela aktivitas perkuliahan mereka.

Konsep Batik Corner mengusung karakter Batik Madura dengan inspirasi motif flora pesisir. Motif bunga dan daun menggambarkan kedekatan masyarakat dengan alam.

Warna biru melambangkan laut pesisir Madura, sedangkan kuning menyimbolkan kemakmuran. Sentuhan visual tersebut diharapkan memperkuat fungsi edukasi Batik Corner.

Saat ini, Perpustakaan UK Petra memiliki 116 buku fisik tentang batik. Koleksinya juga mencakup 49 koleksi motif batik digital.

Batik Corner terwujud melalui kolaborasi UK Petra dengan Komunitas Batik Jawa Timur (KIBAS). Kolaborasi juga melibatkan Himpunan Wastraprema sebagai wadah pecinta kain tradisional Indonesia.

Rangkaian peresmian turut menghadirkan Demo Membuat Pola Batik di lantai 8 Perpustakaan UK Petra. Pameran Batik Jawa Timur juga digelar di lantai 6.

“Kehadiran Batik Corner menjadi pengingat bahwa melestarikan budaya bisa dimulai dari langkah kecil,” kata Dian. “Ketika pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian bertemu, warisan budaya terus dihidupkan untuk masa depan".

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....