Dhimas: AISITS ITS Mampu Rekam Pergerakan Kapal Real Time
- 15 Sep 2026 07:44 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Sistem monitoring kapal AISITS yang dikembangkan ITS dapat merekam data pergerakan kapal secara real time. Pakar Sistem Perkapalan ITS, Dr Eng Dhimas Widhi Handani ST MSc, mengatakan data tersebut tersimpan dalam sistem.
Menurutnya, data historis pergerakan kapal dapat kembali dibuka ketika dibutuhkan dalam kondisi tertentu. "Data-data real time dari kapal yang tertangkap, kemudian kami simpan dan bisa dibuka kembali," ujarnya, Senin, 14 September 2026.
Dhimas mengatakan, pengembangan AISITS diharapkan mendukung keselamatan pelayaran kapal di Indonesia. Sistem tersebut juga dapat mendukung keselamatan fasilitas migas seperti platform dan anjungan lepas pantai.
Selain itu, data AISITS dapat membantu pemantauan fasilitas pipa gas bawah laut. "Harapannya ini bisa mendukung keselamatan pelayaran kapal di Indonesia," katanya.
Menurut Dhimas, data posisi kapal menjadi penting ketika terjadi kecelakaan atau kondisi darurat. Hal tersebut berkaitan dengan proses penyelamatan yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan informasi.
"Rescue itu penting, karena sangat berkejaran dengan waktu," ujarnya. Data posisi terakhir kapal dapat menjadi dasar untuk memperkirakan kemungkinan pergerakannya setelah kehilangan kontak.
Dhimas menyebut analisis tersebut dapat dikombinasikan dengan data lingkungan seperti arus, angin, dan gelombang. "Dari laporan AISITS yang terakhir, bisa dianalisis kapal terbawa arus ke mana," ujarnya.
Analisis tersebut dapat membantu memperkirakan lokasi kapal atau bangkai kapal dalam proses pencarian. "Ini sangat penting dalam kondisi seperti yang terjadi sekarang," kata Dhimas.
Sementara itu, warga Surabaya, Dedik, menilai kondisi cuaca perlu menjadi pertimbangan sebelum kapal berangkat. Menurutnya, informasi cuaca dari BMKG dapat menjadi dasar untuk menunda keberangkatan ketika kondisi membahayakan.
"Kalau ada cuaca buruk, seharusnya bisa dipending atau ditunda dulu sebelum berangkat," kata Dedik. Ia membandingkan keputusan tersebut dengan penerbangan yang dapat ditunda ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....