Gubernur Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jatim

  • 10 Sep 2026 19:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur di Islamic Center Surabaya. Peresmian digelar bersamaan dengan Stadium Generale mahasiswa dan mahasantri penerima beasiswa Pemprov Jatim 2026.

Tahun ini, Pemprov Jatim memberikan beasiswa kepada 1.100 santri jenjang S1, S2, dan S3. Program tersebut mencakup PTKI, Ma’had Aly, Al-Azhar Kairo, serta program STEM PTN.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa dan mahasantri baru penerima beasiswa. Kesempatan ini merupakan amanah sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan SDM Jatim,” ujar Gubernur Khofifah, Kamis 10 September 2026.

Program beasiswa bagi santri pesantren telah berjalan sejak 2019. Hingga kini, LPPD Jatim telah menyalurkan beasiswa kepada 7.796 santri dari berbagai pesantren.

“LPPD Provinsi Jawa Timur punya tugas berat tidak sekadar menyiapkan sarjana dan ulama. Melainkan mampu menangkap peradaban dunia melalui pendekatan Islam moderat, Islam toleran, Islam penuh kasih dan damai dari pesantren di Jatim,” kata Khofifah.

Jawa Timur saat ini memiliki 7.347 pondok pesantren dengan sekitar 660.437 santri. Ekosistem tersebut juga didukung 41.317 ustaz dan ustazah yang tersebar di berbagai wilayah.

“Data bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan kuatnya tradisi keilmuan pesantren yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dari pesantren-pesantren di Jawa Timur telah lahir ulama, cendekiawan dan tokoh bangsa berkontribusi bagi perjuangan dan pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Khofifah menilai peran mahasantri semakin strategis di tengah perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan perubahan dunia kerja. Menurutnya, mahasantri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga memahami perkembangan zaman.

“Mahasantri tidak cukup hanya mampu membaca kitab, tetapi juga harus mampu membaca zaman dan membaca kebutuhan umat,” ungkap Khofifah. Ia berharap penerima beasiswa mampu menjadi SDM yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jatim diharapkan memperkuat pesantren sebagai produsen pengetahuan. Khofifah menyebut penerima beasiswa telah menghasilkan lebih dari 40 buku berbasis riset dan tahun ini ditargetkan lahir 125 periset pesantren.

“Ini begitu menakjubkan bahwa ternyata dari mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Pemprov Jatim, ternyata sudah menghasilkan produk karya intelektual yang sangat luar biasa. Produk intelektual itu dipublikasi menjadi lebih 40 buku, itu adalah hasil riset mereka,” kata Khofifah.

Ketua LPPD Provinsi Jatim Prof Abdul Halim Soebahar mengatakan beasiswa tersebut telah memberikan manfaat kepada 7.796 penerima. Sebanyak 2.395 telah menyelesaikan sarjana, 1.345 magister, dan 75 doktor, sementara karya ilmiah mahasiswa S3 telah dikompilasi menjadi 17 buku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....