Rahasia Garam di Balik Teknologi Hujan Buatan

  • 07 Sep 2026 10:47 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Ketika mendengar istilah “hujan buatan”, mungkin yang terbayang adalah hujan yang sengaja diciptakan manusia. Padahal, teknologi yang digunakan sebenarnya lebih tepat disebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Salah satu bahan yang cukup sering digunakan dalam proses ini adalah garam atau natrium klorida (NaCl). Lantas, apa hubungan garam dengan hujan?

Hujan terjadi melalui proses yang cukup kompleks di atmosfer. Awan mengandung uap air dan butiran-butiran air berukuran sangat kecil.

Agar dapat menjadi hujan, butiran tersebut harus mengalami pertumbuhan hingga ukurannya cukup besar dan berat untuk jatuh ke permukaan bumi. Dalam teknologi modifikasi cuaca, garam digunakan sebagai bahan semai (seeding agent) yang dimasukkan ke dalam awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan.

Mengutip dari website kalbar.bmkg.go.id BMKG menjelaskan bahwa dalam OMC, NaCl atau natrium klorida digunakan sebagai bahan semai untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan. Dengan kata lain, garam bukanlah bahan yang “menciptakan” awan dari udara kosong.

Garam membantu memaksimalkan potensi awan yang memang sudah memiliki kandungan air. Secara sederhana, partikel garam yang disebarkan ke dalam awan dapat menjadi tempat berkumpulnya uap air.

Garam memiliki sifat higroskopis, yaitu mampu menarik atau menyerap air dari lingkungan di sekitarnya. Ketika partikel garam masuk ke dalam awan, partikel tersebut dapat membantu terbentuknya butiran air.

Butiran air kemudian dapat tumbuh menjadi lebih besar melalui proses tumbukan dan penggabungan. Jika ukurannya sudah cukup besar dan berat, butiran tersebut akhirnya jatuh sebagai hujan.

Hal penting yang perlu dipahami adalah OMC tidak dapat membuat hujan begitu saja ketika tidak ada awan yang potensial. Pemilihan awan menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan operasi.

BMKG menggunakan berbagai data cuaca, termasuk radar dan informasi atmosfer, untuk menentukan awan yang sesuai untuk disemai. Garam bukanlah bahan yang menciptakan hujan dari ketiadaan.

Garam digunakan sebagai bahan semai untuk membantu proses fisik di dalam awan yang sudah memiliki potensi menghasilkan hujan. Melalui proses tersebut, partikel NaCl dapat membantu terbentuk dan tumbuhnya butiran air sehingga peluang terjadinya hujan dapat meningkat.

Dalam kondisi tertentu, teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk mengatur distribusi hujan agar risiko hujan ekstrem di wilayah tertentu dapat dikurangi. Dengan demikian, istilah “hujan buatan” sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai teknologi modifikasi cuaca, yaitu memanfaatkan dan mengoptimalkan kondisi atmosfer yang sudah tersedia, bukan menciptakan hujan dari nol.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....