Syahroni: ITS Batasi Tim Kompetisi Otomotif Sesuai Aturan Kementerian
- 07 Sep 2026 00:17 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memiliki sejumlah tim otomotif yang aktif mengembangkan kendaraan berteknologi dan berorientasi pada efisiensi energi. Direktur Kemahasiswaan ITS, Nur Syahroni ST MT PhD, mengatakan setiap perguruan tinggi hanya diperbolehkan mengirimkan satu tim.
Kterlibatan tim ITS dalam kompetisi tertentu harus menyesuaikan aturan yang ditetapkan oleh kementerian sebagai penyelenggara. Selain itu, perguruan tinggi peserta hanya dapat mengikuti dua kategori perlombaan yang telah ditentukan panitia.
"Kompetisi ini diselenggarakan oleh kementerian dan ada aturan bahwa setiap perguruan tinggi hanya diwakili oleh satu tim," ujar Nur Syahroni Minggu, 6 September 2026. Menurutnya, pembatasan tersebut diterapkan untuk mengatur jumlah peserta dalam kompetisi yang diikuti berbagai perguruan tinggi.
| Baca juga: Menteri LH Apresiasi Inovasi Lingkungan ITS |
Sebab, ITS sendiri memiliki sejumlah tim otomotif yang berpotensi mengikuti kompetisi apabila tidak diberlakukan pembatasan. "Kalau tidak dibatasi, tentu banyak sekali yang ikut karena ITS memiliki beberapa tim," katanya.
Ia menyebut beberapa tim otomotif ITS, di antaranya Tim Nogogeni, Tim Sapuangin, serta tim lainnya. Masing-masing tim tersebut memiliki karakteristik kendaraan dan pengembangan sumber energi yang berbeda sesuai bidang kompetisinya.
Sementara itu, General Manager Tim Nogogeni ITS, Hafiz Diandra Pratama, mengatakan efisiensi energi menjadi faktor utama dalam perlombaan kendaraan tersebut. Menurutnya, desain dan proporsi kendaraan sangat memengaruhi kemampuan kendaraan dalam mencapai tingkat efisiensi energi.
"Kompetisi ini mengedepankan efisiensi energi. Karena itu, proporsi kendaraan menjadi sangat penting," ujar Hafiz. Ia menjelaskan kendaraan dengan massa yang lebih ringan dapat memberikan pengaruh besar terhadap tingkat efisiensi energi.
Karena itu, Tim Nogogeni ITS terus melakukan optimalisasi terhadap berat dan massa kendaraan yang dikembangkan. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya predikat kendaraan paling efisien dibandingkan tim peserta lainnya.
"Kami mendapatkan juara satu sebagai kendaraan paling efisien dibandingkan tim-tim lain," kata Hafiz. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti kemampuan mahasiswa ITS dalam mengembangkan inovasi kendaraan yang hemat energi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....