Lulusan Tidak Cukup IPK Tinggi, tapi Dibutuhkan Job Readiness

  • 31 Agt 2026 10:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Prof. Tri Yogi Yuwono menilai IPK tinggi tidak cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Lulusan juga membutuhkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, beradaptasi, dan bekerja dalam tim.

Pesan itu disampaikan Tri Yogi saat membekali calon wisudawan periode September 2026 di Kampus B Unusa. Kegiatan bertema “Financial Literacy & Job Readiness Skill” itu berkolaborasi dengan KADIN Jawa Timur, KADIN Institute, dan Plan International Indonesia.

“IPK yang tinggi hanya akan mengantarkan kalian sampai ke meja wawancara kerja. Namun, job readiness skill yang menentukan apakah kalian akan diterima, bertahan, dan sukses mendaki puncak karier,” ujar Tri Yogi, Minggu 30 Agustus 2026.

Menurutnya, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan otomatisasi membuat dunia kerja bergerak cepat. Lulusan pun harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Manfaatkan pembekalan ini untuk menjembatani teori yang kalian dapat di kelas dengan realitas dunia kerja yang dinamis,” pesannya. Ia berharap calon wisudawan mampu menerapkan ilmu kuliah saat memasuki dunia profesional.

Tri Yogi juga menekankan pentingnya literasi keuangan bagi lulusan yang mulai menerima penghasilan. Ia mengingatkan agar mereka bijak menghadapi paylater, pinjaman daring, dan gaya hidup konsumtif.

“Literasi keuangan bukan tentang seberapa besar uang yang berhasil kalian hasilkan, melainkan seberapa bijak dan bertanggung jawab kalian mengalokasikannya. Maka perlu menabung, siapkan dana darurat, dan atur pendapatan secara produktif,” katanya.

Tri Yogi mengingatkan lulusan agar tetap menjunjung integritas, adab, empati, dan solidaritas. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari jabatan dan pendapatan, tetapi juga manfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....