Tim Patriot UNAIR Kembangkan Olahan Rempah Morowali

  • 27 Agt 2026 08:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID. Surabaya – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan olahan rempah hasil tani warga Morowali. Inovasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai jual komoditas pertanian di Kawasan Transmigrasi Bungku.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UNAIR, Dr. Siti Rahayu Nadhiroh, mengatakan potensi rempah lokal cukup besar. Sejumlah komoditas seperti serai, lengkuas, pandan, dan kelapa tersedia melimpah di kawasan tersebut.

Komoditas tersebut kemudian diolah menjadi sejumlah produk bernilai tambah. Produk yang dikembangkan meliputi teh serai, serundeng lengkuas, lengkuas kering, dan pandan kering. “Langkah awal ini ditujukan untuk memetakan potensi komoditas lokal,” kata Nadhiroh. Rabu, 26 Agustus 2026. Hasil pemetaan kemudian dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat Desa Bahoea Reko-Reko.

FGD tersebut melibatkan petani, peternak, perangkat desa, hingga kader PKK. Kegiatan berlangsung untuk menggali potensi serta kendala pengembangan produk pertanian lokal. Nadhiroh mengatakan masyarakat memberikan respons positif terhadap inovasi yang ditawarkan Tim Ekspedisi Patriot UNAIR. Serundeng lengkuas menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian paling besar.

“Masyarakat sangat antusias, terutama dengan produk serundeng lengkuas,” ujarnya. Menurutnya, ketersediaan lengkuas di kawasan tersebut cukup melimpah dan relatif stabil.

Namun, pengembangan produk masih menghadapi sejumlah kendala dari masyarakat. Persoalan utama berkaitan dengan modal usaha dan kepastian pemasaran produk olahan.

“Warga khawatir soal pendanaan dan ke mana produk ini akan dijual,” katanya. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena penjualan rempah dalam bentuk segar masih mengalami kesulitan.

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR kemudian menyiapkan sejumlah langkah untuk menjawab persoalan tersebut. Langkah itu mencakup workshop, validasi pasar, dan pengujian pemasaran produk.

Selain itu, tim juga menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas peluang pemasaran. Pihak yang dibidik antara lain dinas terkait, BUMDes, dan pelaku usaha lokal.

“Kami ingin produk ini tidak berhenti sebagai hasil pelatihan saja,” ujar Nadhiroh. Produk tersebut diharapkan berkembang menjadi komoditas khas Bungku yang memberikan keuntungan bagi masyarakat.

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR terdiri atas seorang ketua dan lima anggota. Mereka bertugas mendampingi masyarakat di Bungku selama empat bulan.

Program Ekspedisi Patriot merupakan inisiatif Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....