Mahasiswa UPNVJT Sulap Putung Rokok jadi Pestisida Nabati

  • 15 Agt 2026 17:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 45 dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur melaksanakan program kerja Puntung Rokok Peduli Tani (PUNDI TANI). Kegiatan yang digelar pada Minggu 2 Agustus 2026 ini menyasar Kelompok Rukun Tani yang berlokasi di Balai Desa Tegalkodo, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan ini hadir sebagai solusi bagi limbah puntung rokok yang seringkali tidak memiliki nilai serta alternatif bagi warga Tegalkodo, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani untuk membasmi hama yang ada di ladang mereka. Sedangkan, limbah puntung rokok mengandung senyawa nikotin yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati atau bio-pestisida.

Melalui Perwakilan Mahasiswa KKN Kelompok 45 UPNVJT, Rafli, menjelaskan bahwa melalui sosialisasi ini, warga tidak hanya diajarkan cara mengolah limbah yang tidak lagi bernilai dan sering ditemui, tetapi juga diajak menekan biaya operasional pertanian dari tingginya harga pestisida kimia di pasaran sehingga mampu meningkatkan taraf hidup petani setempat.

“Limbah yang telah dikumpulkan sebanyak 30-40 puntung direndam dalam larutan air yang sudah dicampur dengan 3 potongan bawang putih dan putih telur, lalu campurkan semua bahan dengan cara dikocok lalu dibiarkan selama 2-3 hari di wadah yang tertutup. Setelah terfermentasi selama 2-3 hari, larutan dapat disaring dan dicampur dengan perbandingan 200 ml pestisida nabati dan satu liter air sebelum disemprotkan ke tanaman," ujar Rafli selaku pemateri.

Selama sosialisasi materi berlangsung, warga mengikuti dengan antusias dan interaktif. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa dan para anggota Kelompok Rukun Tani Desa Tegalkodo. Kegiatan diisi dengan pemaparan materi, demonstrasi pembuatan cairan pestisida, hingga sesi diskusi interaktif.

Sementara Kepala Desa Tegalkodo, Tomy, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan kepedulian mahasiswa KKN UPNVJT terhadap permasalahan lingkungan dan pertanian di desanya. Menurutnya, inovasi tersebut mampi memberikan solusi yang multi aspek sehingga berguna bagi taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

“Menurut saya, sebagai Kepala Desa Tegalkodo, yang mayoritas warga saya 90% petani, proker ini sangat mengenal dan sangat bermanfaat. Kemarin sudah dicoba, sudah dicoba oleh teman-teman KKN kelompok 45 bersama kelompok tani dan hasilnya sudah terlihat," ucap Tomy.

Manfaat dari sosialisasi tersebut juga turut di apresiasi oleh Kelompok Rukun Tani Desa Tegalkodo, dan menyambut positif sosialisasi ini. Petani menganggap cara pembuatan yang sederhana membuat program ini sangat memungkinkan untuk diteruskan secara mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....