FT UBAYA Dorong Inovasi Manufaktur dan Kendaraan Listrik

  • 15 Agt 2026 00:21 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Fakultas Teknik Universitas Surabaya (UBAYA) menggelar seminar Mechanical Manufacturing Technology Update (MMTU). Kegiatan yang menjadi rangkaian Lustrum ke-40 FT UBAYA menegaskan peran ilmu teknik dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sehari-hari, salah satunya kendaraan listrik.

Seminar menghadirkan praktisi industri dan akademisi sebagai narasumber, dan diikuti peserta dari siswa SMA/SMK, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Kegiatan bertujuan memperkenalkan perkembangan teknologi manufaktur dan kendaraan listrik terbaru.

Peserta juga mendapat gambaran peluang karier industri mesin dan manufaktur masa depan. Sesi pertama menghadirkan Ir. Bambang Tri Sasongko dari PT Mobil Anak Bangsa Indonesia (MABI).

MABI merupakan perusahaan otomotif yang berfokus mengembangkan kendaraan listrik komersial dan transportasi massal. "Misi utama MABI adalah memproduksi kendaraan listrik berkualitas tinggi," jelas Bambang, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurutnya, perusahaan memiliki pusat produksi di Demak dan akan meresmikan pabrik Pandaan, Pasuruan. Bambang memperkenalkan inovasi desain bus listrik MABI dalam pemaparannya.

Posisi pengemudi dibuat lebih maju dan rendah untuk meminimalkan titik buta. Baterai ditempatkan di bagian belakang untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi kendaraan.

Penggunaan energi kendaraan listrik juga dinilai lebih efisien dibandingkan mesin bensin. PT MABI turut membuka kesempatan bagi engineer muda untuk belajar melalui program pelatihan.

Dr. Ir. Susila Candra, M.T., IPM., Dosen Teknik Mesin dan Manufaktur UBAYA membahas perkembangan teknik mesin dan manufaktur serta perannya mendorong inovasi teknologi. Iaemperkenalkan Centre for Electric Vehicles Innovation (CEVI).

CEVI menjadi wadah kolaborasi dosen, mahasiswa, laboran, dan mitra industri. Kolaborasi tersebut diarahkan mengembangkan kendaraan listrik yang inovatif dan ramah lingkungan.

Pengembangan teknologi dilakukan melalui sinergi akademisi dengan kebutuhan industri. Ketua Program Studi Teknik Mesin UBAYA, Dr. Ir. Yuwono Budi Pratiknyo, turut menjelaskan kurikulum program studi.

Materinya mencakup perancangan produk, proses manufaktur, hingga pengelolaan sistem produksi. "Ketiga bidang ini terintegrasi dalam bisnis industri manufaktur," ujarnya.

"Kami berkomitmen mengembangkan industri manufaktur masa depan berbasis teknologi digital dan otomasi," katanya. Yuwono mengatakan teknologi tersebut diarahkan menghasilkan produk berkualitas tinggi dan kompetitif.

Produk juga diharapkan diterima pasar serta memiliki nilai jual yang kompetitif. Melalui MMTU, peserta tidak hanya mengenal teknologi terbaru dan kebutuhan kompetensi industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....