Mahasiswa Teknik Industri UPNVJT Gelar Workshop Eco Porang di Mojokerto

  • 13 Agt 2026 20:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Himpunan Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT) menggelar kegiatan Abdi Desa berupa Workshop Eco Porang di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini berupa pengolahan tanaman porang secara ramah lingkungan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani porang.

Kegiatan digelar mulai tanggal 7 sampai 9 Agustus 2026, dengan melibatkan anggota himpunan total sebanyak 40 orang mahasiswa dan melibatkan warga desa sebanyak 50 KK. Porang sendiri merupakan tanaman umbi-umbian asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Ketua Himpunan Fakultas Teknik Industri UPN Veteran Jatim Brilliant Danishwara Odie kepada RRI hari ini mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya mewujudkan misi Tridharma Perguruan Tinggi yang secara spesifik bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup petani porang.

“Ini adalah wujud untuk merealisasikan misi Tridharma Perguruan Tinggi, agar memberikan manfaat dan peningkatan taraf hidup masyarakat Desa Rejosari. Karena porang ini banyak kegunaannya dan punya nilai ekonomis yang tinggi, dan bisa di jual juga ke berbagai macam produk,” ungkap Brilliant.

Ia menambahkan porang sendiri merupakan jenis tanaman umbi yang dapat diolah menjadi tepung untuk bahan baku makanan seperti beras, mi shirataki, serta produk farmasi dan kosmetik, sehingga pemanfaatannya mampu di kembangkan lebih luas oleh masyarakat sekitar.

“Awalnya kami sudah buat di Surabaya dulu, dengan memanfaatkan campuran EM4 (cairan pemercepat fermentasi pupuk organik), yang nantinya kami gunakan untuk proses menanam porang secara organik tanpa ada zat kimia sama sekali jadi aman,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Rejosari, Suprapto mengapresiasi kegiatan Abdi Desa oleh Himpunan Teknik Industri UPNVJT karena dinilai mampu membuka wawasan baru bagi warga desa sekaligus menambah peluang ekonomis yang mampu meningkatkan taraf hidup petani.

“Tentu kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa ini, dan yang menjadi harapan saya kedepannya semoga ini tidak hanya satu kali sosialisasi saja, tapi perlu ada monitoring dan pendampingan berkelanjutan untuk warga desa di sini, karena ini sangat bagus untuk kesejahteraan mereka juga kedepannya,” ucapnya.

Selain itu, para mahasiswa anggota himpunan tersebut mengumpulkan dana operasional untuk menggelar program Abdi Desa secara mandiri, didukung juga oleh dana donasi yang di himpun melalui berbagai sumbangan dari seluruh kalangan. Harapannya kegiatan tersebut tidak hanya sekedar sosialisasi, namun ada program lanjutan agar manfaat yang di dapat masyarakat dapat dirasakan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....