Ubaya dan UK Petra Latih 25 Pemimpin Kampus Indonesia

  • 11 Agt 2026 16:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Universitas Surabaya (Ubaya) Universitas Kristen (UK) Petra melanjutkan program National Multiplication Training (NMT) LEAP 2026 tahap kedua di Solo pada 10–13 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan 25 pimpinan perguruan tinggi terpilih dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, hingga Papua.

Program tersebut merupakan lanjutan tahap pertama yang digelar di Surabaya pada Maret lalu dengan fokus penguatan konsep kepemimpinan dan penyusunan Project Action Plan (PAP). Pada tahap kedua, peserta mendalami eksekusi PAP, kolaborasi strategis, keberlanjutan, ketahanan finansial, manajemen konflik, serta kepemimpinan adaptif di tengah ketidakpastian.

“Pendidikan tinggi di Indonesia tidak hanya dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi modern seperti AI, tetapi juga harus berakar kuat pada nilai tradisi dan karakter bangsa. Pembelajaran langsung dari kepemimpinan Mangkunegara X menjadi inspirasi nyata bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan berdampingan,” ujar Head of Committee NMT LEAP 2026, Josua Tarigan, Ph.D, dalam siaran pers, Selasa 11 Agustus 2026.

Para peserta juga mendapat pembelajaran kepemimpinan transformasional langsung dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X melalui tema “Membangun Generasi Emas: Berakar pada Tradisi, Melangkah Maju dengan Inovasi Pendidikan”. Materi tersebut membahas pengalaman Mangkunegara X dalam merawat dan merevitalisasi Mangkunegaran, menjaga nilai tradisi dan identitas budaya, sekaligus berinovasi untuk merangkul generasi Z dan Alpha.

“Kita perlu membangun kepemimpinan yang mampu menjaga akar budaya sekaligus terbuka terhadap perubahan zaman. Tradisi tidak harus menjadi penghalang inovasi, tetapi dapat menjadi fondasi untuk menciptakan perubahan yang relevan bagi generasi muda,” kata Mangkunegara X.

Selain pembelajaran kepemimpinan budaya, peserta mengikuti peer consulting dan mendokumentasikan pengalaman kepemimpinan mereka dalam buku ber-ISBN. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mendorong pimpinan perguruan tinggi menghasilkan perubahan konkret sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi di tingkat nasional dan internasional.

“Manajemen keuangan perguruan tinggi tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai fungsi administratif keuangan semata, melainkan sebagai alat strategis untuk mendukung inovasi pembelajaran, riset, dan pengembangan mutu institusi jangka panjang,” ujar Wakil Rektor I Ubaya sekaligus anggota komite acara, Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Maria membawakan materi “Financial Empowerment: Mastering Management in Uncertain Times” yang menekankan pentingnya ketahanan dan fleksibilitas keuangan bagi perguruan tinggi swasta. NMT LEAP 2026 didukung German Academic Exchange Service (DAAD) melalui Dialogue on Innovative Higher Education Strategies (DIES), serta mendapat dukungan Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan pendidikan tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....