Mahasiswa UNAIR Olah Limbah Dapur Jadi Eco Enzyme
- 10 Agt 2026 21:43 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Sisa sayuran dan kulit buah ternyata berpotensi menjadi produk ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi. Berangkat dari gagasan tersebut, mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga menghadirkan program GEMA-ENZYME di Desa Pucakwangi, Lamongan.
Program tersebut mengedukasi dan memberdayakan ibu-ibu PKK dalam mengolah limbah organik rumah tangga. Mahasiswa tidak hanya mengenalkan pemanfaatan limbah organik, tetapi juga mendorong masyarakat menghasilkan produk multifungsi.
Ketua tim, Ardiansyah Maulana, mengatakan program tersebut berawal dari pengamatan terhadap limbah rumah tangga. Menurutnya, limbah sayuran dan buah-buahan di Desa Pucakwangi belum dimanfaatkan secara optimal.
| Baca juga: Menteri LH Apresiasi Inovasi Lingkungan ITS |
“Sebagian besar warga di Desa Pucakwangi lebih sering memasak sendiri, sehingga limbah organik cukup banyak,” katanya, Senin, 10 Agustus 2026. “Selama ini limbah tersebut umumnya hanya dibuang begitu saja."
Melalui fermentasi menggunakan gula dan air, limbah organik dapat diolah menjadi eco enzyme. Cairan ramah lingkungan tersebut memiliki berbagai fungsi untuk kebutuhan rumah tangga dan lingkungan.
Eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, pembersih lantai, kaca, serta peralatan dapur. Produk tersebut juga dapat membantu mengurangi bau lingkungan, termasuk bau dari saluran air.
Ardiansyah mengatakan pemanfaatan eco enzyme masih belum banyak diketahui masyarakat. Padahal, produk tersebut memiliki nilai guna lebih luas dibandingkan sekadar mengolah sampah menjadi kompos.
Karena itu, GEMA-ENZYME dihadirkan sebagai inovasi sederhana untuk mengurangi limbah rumah tangga. Program tersebut sekaligus mendorong masyarakat menghasilkan produk yang bermanfaat dan berpotensi bernilai ekonomi.
Ibu-ibu PKK menjadi sasaran utama karena berperan strategis dalam pengelolaan limbah rumah tangga Mereka juga dekat dengan aktivitas memasak sehingga berpotensi menggerakkan pengelolaan limbah organik.
Ardiansyah mengungkapkan, antusiasme peserta cukup tinggi selama kegiatan edukasi berlangsung. Banyak peserta baru mengetahui bahwa eco enzyme memiliki beragam manfaat selain sebagai pupuk organik.
Ardiansyah berharap pengetahuan tersebut tidak berhenti setelah kegiatan edukasi selesai. Menurutnya, produksi berkelanjutan dapat menjadikan eco enzyme sebagai produk unggulan Desa Pucakwangi.
“Harapannya, ibu-ibu PKK bisa terus memproduksi eco enzyme setelah KKN selesai. Kalau dikembangkan, produk ini bisa dijual sehingga menjadi tambahan pendapatan masyarakat," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....